DARI SEMINAR JURUSAN SENDRATASIK: Rektor UNP Himbau Dosen Kreatif Dalam Penelitian dan Pengajaran

DARI SEMINAR JURUSAN SENDRATASIK: Rektor UNP Himbau Dosen Kreatif Dalam Penelitian dan Pengajaran
Category

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong dosen yang ada di delapan fakultas selingkungan UNP untuk mengembangkan kreativitas khususnya dalam penelitian dan pengajaran.

"Dosen harus bisa menciptakan produk yang bermanfaat dan juga mampu mendesain sistem pengajaran yang memudahkan mahasiswa," kata Rektor UNP, Prof Ganefri, Ph.D dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP di Teater Tertutup, Selasa (7/11).

Menurutnya kreativitas dosen ini harus dikembangkan meski sarana prasarana tidak mendukung, dan memanfaatkan yang tersedia. Dalam menciptakan produk yang bermanfaat ini, seorang dosen harus terus mengasah penelitiannya dan menciptakan berbagai karya ilmiah sesuai bidangnya.

Dari pengalaman inilah nantinya akan ditemukan beragam masalah yang bisa jadi bahan analisis untuk pemecahannya. Misalnya seorang dosen di Sendratasik bisa meneliti tentang nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menjadi model bagi upaya pembelajaran seni dan budaya.
 
Atau dosen bidang Teknik yang meneliti tentang listrik, infrastruktur atau mesin kendaraan nantinya dapat menciptakan alat yang bermanfaat. "Jangan lupa setiap penelitian dibuat jurnalnya agar tervalidasi dan diakui," sebut Prof Ganefri, Ph.D mantan dekan FT UNP itu.

Di samping menciptakan karya penelitian, seorang dosen harus menemukan metode tepat dalam mendidik dan membina mahasiswa. Metode ini tentu kata dia tidak bertentangan dengan etika dan kurikulum.

Ia mengatakan seorang dosen harus mempedomani tri dharma perguruan tinggi dalam pengembangannya. Pengabdian kepada masyarakat harus terus ditingkatkan.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Seminar Jurusan Sendratasik, Dr Puji Astuti mengatakan selama ini penanaman nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran seni budaya perlun dimaksimalkan lagi untuk dijadikan sebagai pembelajaran seni budaya.

Dikatakannya nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang dan tersebar dalam berbagai komunitas adat di  Indonesia dari Sabang sampai Marouke adalah akar peradaban atau tempat semua jenis peradaban umat manusia berasal.

Berbagai komunitas adat tersebut selama ini memegang peran penting dan strategis dalam mengimplementasikan tugasnya menjaga, melindungi dan melestarikan keutuhan keseimbangan ekosistem .

"Kearifan lokal yang ada di Ranah Minang misalnya, adalah sedikit contoh dari sekian banyak suku dan adat di Nusahtara yang secara konsisten menjaga dan melindungi ketersediaan  sumber daya alam Nusantara," katanya. (Humas UNP)
 

fd