Kuatkan Budaya Riset, Permenristekdikti No 20/2018 Disosialisasiakan Kekalangan Peneliti UNP

Kuatkan Budaya Riset, Permenristekdikti No 20/2018 Disosialisasiakan Kekalangan Peneliti UNP
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Ilmu pengetahuan merupakan objek utama yang digeluti universitas. Oleh karena itu, budaya riset dikalangan masyarakat ilmiah di Universitas terus disemangati agar para dosen UNP jangan hanya mengajar tapi juga banyak meneliti.

"Bidang unggulan keguruan sudah pasti menjadi fokus UNP, namun fondasi penelitian yang kokoh perlu digairahkan dan semangati," ujar Dirjen Penguat Riset dan Pengembangan Kemenrisetdikti, Dr Muhammad Dimyati saat memberikan sambutan pada acara Kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (PermenR) No 20 Tahun 2018 di Audtorium UNP, Senin (24/9).

M Dimyati mengatakan, keberadaaan mahasiswa yang banyak di UNP diyakininya dapat meningkatkan atmaosfir akademik dan berkontribusi pada kinerja penelitian. "Jadi jika atmosfir akademik sudah baik, maka budaya riset secara otomatis akan baik pula," ujar M Dimyati

Ia menjelaskan perlunya peningkatan kualitas publikasi bersama, dengan adanya sosialisasi ini tentu hal yang terkait dengan peraturan menteri no 20 Tahun 2018 dapat dipahami civitas akademika UNP.

GDF

"Permenristekdikti No 20/2018 ini merupakan upaya untuk mendorong kondisifitas riset sekaligus mengatasi permasalahan penelitian yang terjadi selama ini yaitu pengadaan barang jasa pemerintah.
“Peraturan ini berkontribusi dalam memecahkan masalah penelitian” ujar Dimyati.

Sebelumnya Ketua LP2M UNP, Prof. Dr. Rusdinal, melaporkan terhitung sejak tahun 2017 UNP sudah membuat 3 sistem untuk mengunggah proposal dan laporan penelitian. Selain itu lembaga penelitian mendapatkan alokasi dana jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Mulai dari publikasi jurnal, artikel, dan Haki jumlahnya mulai menanjak tajam berkat bantuan kegiatan seminar, baik di dalam maupun luar negeri.
DSF
“Kami masih memiliki keterbatasan kurikulum nasional yang bersertifikat” kata Rusdinal menjelaskan harapannya kepada  Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc agar memberikan kesempatan untuk memberikan pelatihan bersertifikat bagi dosen di UNP.

Sementara itu, Rektor UNP, Prof Ganefri dalam sambutanya mengungkapkan  target klaster LP2M UNP menjadi mandiri pada tahun 2020 membuat LP2M semakin gencar mengusahakan perubahan-perubahan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat yang ada di UNP.
“Dosen yang tidak riset tidak layak lagi jadi dosen.Hal ini memang sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi, untuk itulah para dosen harus ikut serta dalam riset. Sekurang-kurangnya pihak universitas melepaskan dana sebanyak 40 Miliar untuk kegiatan riset ini. ” tegas Prof. Ganefri Ph.d dalam sambutannya.

Dikatakannya, UNP saat ini sedang merencanakan pengembangan 26 model dan strategi pembelajaran komperatif yang sangat singkron dengan era industri 4.0 yang memiliki output aplikasi video pembelajaran yang memiliki nilai jual. Kerjasama dengan pemilik aplikasi ruang guru juga telah direncanakan. (Humas UNP)