Rektor UNP Tampil Sebagai Narsum di FGD Kementerian Ekonomi

Rektor UNP Tampil Sebagai Narsum di FGD Kementerian Ekonomi
Printer Friendly, PDF & Email

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D tampil sebagai salah satu nara sumber di kegiatan (FGD) Focus Grup Discussion yang diadakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pariwisata, Komisi Ekonomi dan Industri Nasional, Kementerian Perekonomian-RI, Selasa, 18 September 2018 bertempat di hotel Mercure, Padang.

Rektor UNP berkenan menyampaikan presentasi berjudul ‘Pengarustamaan Manajemen Risiko Bencana Terhadap Pengelolaan Kepariwisataan Nasional dan Daerah’. Ada pun yang diundang dalam iven ini adalah pakar-pakar di bidang ekonomi, pariwisata, lingkungan dan sosial kemasyarakatan dari dua perguruan tinggi, Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang.

FGD ini tercatat sebagai yang pertama dilakukan oleh KEIN-Kementerian Ekonomi dan merupakan salah satu prioritas KEIN dalam rangka menjemput secara langsung sumbangan pikiran dan pengalaman yang berdasarkan landasan kajian ilmiah yang serius dari para pakar yang bersentuhan dengan kepariwisataan.

Sebagaimana diketahui, dari Laporan Kinerja Kemenpar di tahun 2017, tercatat di tahun 2016 saja sektor pariwisata telah menyumbang PDB nasional sebanyak 4,03% atau senilai Rp. 500,19 trilyun rupiah. Ini berarti terjadi peningkatan devisa sebesar Rp. 184 trilyun rupiah, dan merupakan yang terjauh lompatannya dibanding sektor lain. Selain itu, di tahun yang sama tercatat sektor pariwisata telah menyerap sebanyak 12 juta tenaga kerja.

a
Ronny P. Sasmita, sebagai salah seorang anggota Pokja sekaligus koordinator Kegiatan mengatakan, “FGD ini beranjak dari kajian yang dilakukan secara tahunan oleh World Economi Forum yang menghasilkan laporan hasil survey mengenai Hasil Survey Kebersaingan Kepariwisataan Internasional tahun 2017 (Travel and Tourism Competitiveness Report 2017) di mana Indonesia masih berada pada peringkat ke 42 dari 130 negara yang disurvey. Walau terjadi kenaikan peringkat cukup signifikan, yaitu sebanyak 8 peringkat, kita butuh kajian yang lebih komprehensif agar ranking Indonesia semakin meningkat tahun ke tahun.”

Dalam paparannya, Prof. Ganefri mengatakan, “untuk mengurangi risiko kebencanaan dan keamanan, dibutuhkan kapasitas yang besar untuk merespon risiko serendah mungkin, maka diperlukan pendekatan yang menurunkan kerentanan (decreasing vulnerability) dan meningkatkan kapasitas (increasing capacity).”

Ada pun para nara sumber yang menjadi pemateri dalam iven ini selain Prof. Ganefri, Ph.D dari UNP antara lain Prof. Elfindri (Guru Besar SDM Unand), Dr. Hanif Amali Rivai (Dekan Fak. Ekonomi Unand), Prof. Ir. Helmi, M.Sc (Guru Besar Sosial Ekonomi Pertanian Unand), Prof. Werry Dharta Taifur (Guru Besar Ekonomi, Unand), dan Asnawi Bahar (Ketua Asosiasi Travel Nasional).(Humas UNP)