Naya Makaristi Andrea Mahasiswa UNP Pembaca Pesan Pahlawan 2017

Mahasiswa Jurusan Teknik Pertambang angkatan 2015 Universitas Negeri Padang, Naya Makaristi Andrea (20) berkesempatan sebagai pembaca pesan-pesan pahlawan pada upacara peringatan Hari Pahlawan 2017 di Lapangan FIK UNP, Jumat (10/11).  Gadis remaja kelahiran Padang, 20 Juni 1997 yang beralamat di Perumnas Air Tawar Barat membacakan pesan-pesan semangat perjuangan penuh dengan hikmat dan ekpresi yang enak didengar, sehingga peserta upacara takjub dengan pembacaan pesan itu.  Pada upacara Hari Pahlawan 2017 in
Kategori

Mahasiswa Jurusan Teknik Pertambang angkatan 2015 Universitas Negeri Padang, Naya Makaristi Andrea (20) berkesempatan sebagai pembaca pesan-pesan pahlawan pada upacara peringatan Hari Pahlawan 2017 di Lapangan FIK UNP, Jumat (10/11).

Gadis remaja kelahiran Padang, 20 Juni 1997 yang beralamat di Perumnas Air Tawar Barat membacakan pesan-pesan semangat perjuangan penuh dengan hikmat dan ekpresi yang enak didengar, sehingga peserta upacara takjub dengan pembacaan pesan itu.

Pada upacara Hari Pahlawan 2017 ini, UNP memilih Naya Makaristi Andrea alasanya, Naya begitu akrab disapa karena berhasil meraih juara 1 lomba baca puisi antar Mahasiswa Seluruh Perguruan Tinggi se Sumatera Barat pada PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) tahun 2016 dan mewakili Provinsi Sumatera Barat pada PEKSIMINAS ke-13 (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Lebih tepatnya di Universitas Haluoleo.

"Terimakasih kepada Bapak Wakil Rektor 3 yang memberi saya kesempatan untuk tampil membaca pesan Pahlawan," kata anak bungsu dari tiga bersaudara ini.
Pada kesempatan usai upacara, Naya langsung disalami Rektor UNP, Prof Ganefri. PhD karena dinilai melaksanakan tugas dengan baik.

Rektor UNP mengungkapkan dengan apa yang dibacakan Naya tadi menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNP untuk terus mengimplementasikannya dan saling bahu membahu dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan Indonesia sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan.

Berikut merupakan pesan-pesan perjuangan atau kata mutiara dari para pahlawan nasional, yang dibacakan Naya. Pesan Soekarno di hari Pahlawan 10 November: "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri".

Moh Hatta pun berpesan kpd bangsa Indonesia: " Jatuh bangunnya negara ini sangat tergantung dr bangsa ini sndiri. Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi".  

"Kita harus bekerja keras karena kenyataannya kita tertinggal dibandingkan negera lain," ujar alumni
SMA Negeri 7 Padang, yang hobi bernyanyi dan membaca puisi ini. (Humas UNP)

fas