Kooperasi ACA Bersama UNP, Ratusan Mahasiswa Diedukasi Beradaptasi Digitalisasi Asuransi

SD
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Saat ini cukup marak isu revolusi Industri 4.0 atau revolusi digital yang akan mengancam pekerjaan-pekerjaan konvensional, termasuk di sektor jasa keuangan. Kemajuan teknologi memungkinkan mesin melakukan pekerjaan manusia dan menciptakan lapangan kerja baru.

Mengantisipasi dampak Revolusi Industri 4.0 atau era digital terhadap sektor asuransi, kooperasi PT Asuransi Central Asia (ACA) bersama Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (FE UNP), Sabtu (22/9) menggelar sosialisasi dan rekrutmen Profesional Insurance Marketing Programme yang bertajuk "ACA Goes ton Campus"

Bertempat di Aula Prof Kamaluddin Lt 4 FE UNP, ratusan mahasiswa yang telah teregistrasi sebagai peserta antusias mengikuti ACA Goes to Campus. Betapa tidak, selain mendapatkan edukasi tentang Peranan Industri Asuransi Dalam Era Digital juga mendapatkan goodle bag dari perusahan asuransi yang berdiri sejak 29 Agustus 1956 ini.

Untuk mengawali ACA Goes to Campus ini, Wakil Dekan 3 FE UNP, Dr Yulhendri melaporkan dengan dipilihnya FE UNP sebagai kampus oleh ACA Asuransi, pihaknya tentu berterimakasih atas kepercayaan ini karena bagi ratusan mahasiswa yang mengikuti akan mendapat pengenalan dan pemahaman industri asuransi yang saat ini tengah berbenah diri mengadapi eri digitalisasi.

"Produk asuransi andalan ACA lebih awal telah dikenal mahasiswa kami dan saya tahu ACA sebagai salah satu perusahaan asuransi yang tumbuh secara konsisten. Tentu hal ini akan menjadi peluang kerja bagi alumni FE UNP, " katanya.

Sementara itu Wakil Rektor 4 UNP, Prof Syahrial Bakhtiar berharap momentum ACA Goes to Campus benar-benar dimaksimalkan mahasiswa untuk berinteraksi dengan pihak ACA Asuransi.

"Mahasiswa peserta mesti antusias mempertanyakan segala hal yang menyangkut dampak digitalisasi bagi sektor asuransi, mumpung kesempatan ini ada manfaatkan kooperasi ACA dengan UNP untuk mengenal perkembangan industri asuransi terkini," ujar Syahrial Bakhtiar memotivasi, sekaligus dipenghujung sambutanya membuka secara resmi ivent ini.

Kemudian dilanjutkan dengan serah terima plakat dan penandatanganan kerjasama UNP dengan PT ACA Asuransi, yang pada kesempatan ini selain penandandatanganan kerjasama dengan WR4 UNP, Syahrial Bakhtiar dengan pihak ACA Asuransi, Debie Wijaya ANZIIF juga dilakukan penandatanganan MoU dengan Kepala UPT Pelayanan Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, Asmar Yuslastri, PhD.

DF

Setelah Opening Ceremoni ACA Goes to Campus selesai, Debie Wijaya dimoderatori Whayosi Septrizola memberikan kuliah umum dengan tema Peranan Industri Asuransi Dalam Era Digital.

Debie Wijaya menyampaikan diera digitalisasi tidak ada pekerjaan yang aman, namun bagi perusahaan asuransi tetap membutuhkan agen.

"Asuransi sulit untuk menerapkan interaksi yang 100 persen digital. Asuransi masih membutuhkan proses dan paperwork yang panjang, tetapi PT ACA tetap membuat proses ini lebih sederhana dengan digitalisasi," kata Branch Operational Director PT ACA dalam menyampaikan materinya.

Debie Wijaya mengatakan industri asuransi masih membutuhkan peran agen. Teknologi hadir untuk membantu kinerja agen asuransi.

"Kami tidak berpikir pemasaran langsung sama dengan digitalisasi. Kami berpendapat bahwa ada masa depan yang cerah untuk agen distribusi tetapi di saat yang sama, kami juga melakukan modernisasi dan digitalisasi jalur distribusi tradisional, dalam arti melakukan digitalisasi proses antara perusahaan-agen-nasabah," kata Debie.

SDF

Debie menyontohkan salah satu adopsi teknologi yang dilakukan oleh ACA Asuransi melalui aplikasi yang dinamakan Connected Insurance. Di era digitalisasi, mobil-mobil yang terkoneksi melalui kotak hitam bisa mengumpulkan informasi mengenai perilaku berkendara pengemudi, sehingga perusahaan bisa memberikan pricing atau perhitungan premi yang lebih personal sesuai dengan kebutuhan dan sifat pengemudi.

ACA Asuransi adalah salah satu perusahaan asuransi  terkemuka di Indonesia, dengan 43 kantor cabang. Perusahaan ini memiliki aset di bawah kelolaan sebesar Rp4,37 Triliun dan rasion pencapaian Sovalibilitas  diatas ketentuan pemerintah 120 %. Usai penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. (Humas UNP)