Tim Pengabdian UNP Dorong Kesetaraan Digital bagi Anak Berkebutuhan Khusus melalui Pelatihan Teknologi Adaptif bagi Guru SLB

Linggo Sari Baganti – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan pelatihan teknologi adaptif berbasis H5P (HTML5 Package) bagi guru SLBN 1 Linggo Sari Baganti pada Sabtu, (25/7/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif yang adaptif guna mendukung terwujudnya kesetaraan digital bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Ketua Tim Pengabdian, Septiana Vratiwi, M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Ia berharap pelatihan ini dapat menambah wawasan dan menjadi referensi bagi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Kepala SLBN 1 Linggo Sari Baganti, Zaipul Indra, S.Pd., turut menyampaikan apresiasi kepada UNP yang telah memilih sekolahnya sebagai mitra pengabdian. Ia berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa.

Pelatihan diawali dengan materi mengenai Inklusi Digital di Era Society 5.0, yang membahas transformasi pendidikan digital, hak pendidikan inklusif, tantangan guru SLB, serta pentingnya teknologi adaptif. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan media pembelajaran menggunakan H5P, dengan fokus pada fitur Drag and Drop dan Branching Scenario. Kedua fitur tersebut dinilai sesuai untuk mendukung pembelajaran visual, interaktif, dan membantu siswa memahami konsep melalui aktivitas maupun skenario pembelajaran.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi dan mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis H5P. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu mengembangkan media pembelajaran digital yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus.

Ketua Tim Pengabdian menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembelajaran digital yang berkualitas. Oleh karena itu, pemanfaatan H5P diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mendukung pembelajaran yang lebih inklusif serta mewujudkan kesetaraan digital bagi anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi digital guru dan pengembangan pembelajaran yang inklusif, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya memperluas akses pendidikan digital yang setara bagi anak berkebutuhan khusus.