Youth for Resilient Village: UNP Perkuat Kapasitas Remaja Masjid Nagari Singgalang dalam Mitigasi Bencana Berbasis Konservasi Vegetasi Riparian

Tanah Datar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan program bertajuk “Youth for Resilient Village: Penguatan Kapasitas Remaja Masjid dalam Mitigasi Bencana Berbasis Konservasi Vegetasi Riparian di Nagari Singgalang”. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian Universitas Negeri Padang Berdampak (PPUB) diikuti oleh anggota Remaja Masjid Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi risiko bencana melalui edukasi konservasi vegetasi riparian, praktik pembuatan seedball, serta aksi penanaman pohon.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Singgalang yang diwakili oleh Sekretaris Nagari Singgalang, Bapak Winnetou, S. Kom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Departemen Biologi FMIPA UNP untuk kegiatan ini. Pengetahuan mitigasi bencana dan konservasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat Nagari Singgalang, karena area ini masuk ke dalam daerah rawan bencana dan juga sebagai zona penyangga kawasan konservasi TWA Singgalang-Tandikat.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian, Sandi Fransisco Pratama, M.Sc., apresiasi kepada Pemerintah Nagari Singgalang, pengurus masjid, dan seluruh peserta atas dukungan serta partisipasi aktif selama pelaksanaan kegiatan. Ia berharap kolaborasi antara Universitas Negeri Padang dan masyarakat dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Departemen Biologi FMIPA UNP, yang diwakili oleh Kepala Laboratorium Biodiversitas (Rijal Satria, Ph.D.), Wali Jorong Gantiang (Bapak Eri Putra Sulin), Dosen Prodi Biologi, Tim Kelompok Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera (KHS), dan Ibu Irma Leilani Eka Putri, M.Si. selaku pemateri pada kegiatan ini.

Melalui program ini, Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang menjadikan Remaja Masjid Nagari Singgalang sebagai mitra utama dalam membangun kesadaran lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Remaja masjid diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian vegetasi riparian sekaligus meningkatkan budaya sadar bencana di lingkungan sekitar.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada pemerintah nagari, pengurus masjid, dan seluruh peserta. Pada tahap ini, tim pengabdian menjelaskan tujuan kegiatan, rangkaian program yang akan dilaksanakan, serta pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi bencana berbasis konservasi lingkungan.

Peserta mendapatkan edukasi tentang konservasi vegetasi riparian. Dalam presentasinya Ibu Irma Leilani Eka Putri menjelaskan bahwa vegetasi riparian memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan tebing sungai, meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, mengurangi erosi, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga vegetasi di sepanjang sempadan sungai sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik pembuatan seedball. Merupakan teknologi konservasi sederhana berupa bola kecil yang tersusun dari campuran tanah liat, kompos, dan benih tanaman. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung rehabilitasi lahan terbuka maupun kawasan yang sulit dijangkau. Pada sesi ini, peserta secara langsung mempraktekkan proses pencampuran bahan, pembentukan seed ball, hingga teknik penyebarannya dengan didampingi oleh tim pengabdian.

Sebagai bentuk aksi nyata konservasi lingkungan, seedball yang telah diproduksi kemudian disebarkan pada beberapa lokasi prioritas konservasi di Nagari Singgalang, khususnya lokasi yang terdampak longsor. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki fungsi daerah tangkapan air, sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana berbasis ekosistem. Selanjutnya peserta bersama Tim Pengabdian Departemen Biologi FMIPA UNP juga melaksanakan aksi penanaman pohon pada kawasan riparian di Nagari Singgalang.

Selama sesi berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai upaya mitigasi bencana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar, pentingnya menjaga daerah aliran sungai, serta peran generasi muda dalam mengurangi risiko bencana.

Melalui program Youth for Resilient Village, Universitas Negeri Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui pendekatan pemberdayaan generasi muda. Diharapkan Remaja Masjid Nagari Singgalang dapat menjadi pelopor konservasi vegetasi riparian sekaligus agen edukasi kebencanaan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui aksi mitigasi berbasis ekosistem dan konservasi vegetasi riparian, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui rehabilitasi lahan dan pelestarian keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Padang, Pemerintah Nagari Singgalang, pengurus masjid, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. (By : Tim Pengabdian Prodi Biologi UNP)