Dibalik Layar PKKMB: Petugas Kebersihan Pastikan Auditorium Tetap Nyaman

Ratna Sari Dewi, petugas kebersihan yang bertanggung jawab atas kebersihan Auditorium UNP (Foto: Utari Dwi Sasmita/ Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)
Ratna Sari Dewi, petugas kebersihan yang bertanggung jawab atas kebersihan Auditorium UNP (Foto: Utari Dwi Sasmita/ Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)

Padang – Kebersihan Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) yang digunakan sebagai lokasi utama pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi salah satu penentu kenyamanan dan kesuksesan kegiatan tersebut. Lebih dari 3 ribu mahasiswa baru hadir setiap hari membuat aktivitas di auditorium jauh lebih padat, sehingga kebersihan ruangan dan fasilitas harus dijaga secara intensif.

Di balik auditorium yang tetap bersih dan nyaman digunakan, terdapat petugas kebersihan yang bekerja sejak sebelum kegiatan dimulai hingga setelah seluruh rangkaian aktivitas berakhir. Salah satunya Ratna Sari Dewi, petugas kebersihan yang bertanggung jawab atas kebersihan Auditorium UNP.

Selama pelaksanaan PKKMB, Ratna mengaku mendapat tambahan bantuan personel untuk menangani meningkatnya aktivitas di auditorium. Sebanyak empat petugas kebersihan diperbantukan untuk membantu pekerjaan selama kegiatan berlangsung.

Bertambahnya jumlah peserta membuat ritme kerja petugas kebersihan menjadi lebih padat. Saat ditemui Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Rabu (12/8/2026) Ratna mengaku selama PKKMB ia menyelesaikan pekerjaannya hingga 20.00 WIB dan kembali memulai aktivitas di Auditorium lagi sejak pukul 05.10 WIB.

Waktu kerja tersebut dijalani untuk memastikan auditorium kembali dalam kondisi bersih dan siap digunakan pada hari berikutnya. “Harus diburu,” ujar Ratna ketika menggambarkan kesibukan menjaga kebersihan auditorium selama PKKMB.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian utama adalah toilet utama auditorium. Dengan jumlah pengunjung yang ramai selama PKKMB, kondisi toilet harus terus dipantau dan dibersihkan agar tetap nyaman digunakan. Petugas perlu bergerak cepat ketika fasilitas mulai kotor atau membutuhkan penanganan.

Tidak hanya toilet, kebersihan lobby auditorium juga menjadi perhatian. Area tersebut merupakan salah satu bagian yang banyak dilalui mahasiswa sehingga harus selalu dalam kondisi bersih. Sampah yang ditinggalkan peserta harus segera dibersihkan agar tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan.

Bagi Ratna, menjaga kebersihan auditorium selama PKKMB membutuhkan kesiapan untuk bekerja lebih cepat dan lebih intensif. Ketika kegiatan berlangsung, petugas tidak hanya menunggu hingga acara selesai, tetapi terus memantau kondisi sejumlah area yang digunakan peserta.

Ia juga mengimbau kepada mahasiswa baru agar turut menjaga kebersihan. Menurutnya, kebersihan auditorium akan lebih mudah dipertahankan apabila setiap pengguna memiliki kesadaran untuk tidak meninggalkan sampah. “Untuk adik-adik mahasiswa, jaga kebersihan. Buanglah sampah pada tempatnya,” pesan Ratna.

Pesan sederhana itu menjadi bagian penting dari aktivitas PKKMB. Sebab, menjaga kebersihan auditorium yang digunakan sebagai pusat berbagai kegiatan tidak dapat hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kepedulian mahasiswa menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar lingkungan kampus tetap nyaman.

SDGs: SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)