humas@unp.ac.id

Padang– September 2026- Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan ruang ekspresi seni bertajuk SENADA (Senja, Nada, dan Kata) sebagai wadah kolaborasi dan kreativitas bagi sivitas akademika. Mengusung semangat “Bersinergi dan Berkesenian dengan Melodi Tanpa Batas”, SENADA dirancang menjadi ruang perjumpaan berbagai bentuk seni, gagasan, dan ekspresi di lingkungan kampus.
SENADA merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat sore, memanfaatkan suasana senja di lingkungan kampus sebagai momentum untuk menghadirkan pertunjukan seni yang santai, kreatif, sekaligus membangun interaksi antara dosen, mahasiswa, pimpinan, dan sivitas akademika UNP.
Gagasan SENADA merupakan gagasan dari Rektor Universitas Negeri Padang Ir. Krismadinata, Ph.D. sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan kreativitas, apresiasi seni, kebudayaan, dan ekspresi sivitas akademika.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan SENADA dilaksanakan oleh Dr. Firnando Sabetra, M.Pd., yang bersama tim mengembangkan konsep kegiatan agar menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin tampil, berkarya, berbagi gagasan, maupun menikmati pertunjukan seni sambil menunggu senja di dalam kampus setelah sivitas akademika melaksanakan rutinitas akademik setiap minggunya.

“SENADA adalah ruang untuk mempertemukan senja, nada, dan kata. Kami ingin menjadikan Jumat sore di kampus bukan hanya sebagai waktu berakhirnya aktivitas perkuliahan, tetapi juga sebagai momentum untuk berkumpul, berkesenian, berkolaborasi, dan saling mengapresiasi,” ujar Prof. Dr. Erian Joni
Senja, Nada, dan Kata
Konsep SENADA dibangun dari tiga unsur utama, yakni Senja, Nada, dan Kata
Senja merepresentasikan waktu pelaksanaan kegiatan, yaitu Jumat sore ketika aktivitas akademik mulai berakhir dan suasana kampus memasuki waktu senja. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ruang rekreatif dan kreatif yang mempertemukan berbagai elemen sivitas akademika.
Nada menjadi representasi musik dan pertunjukan. Berbagai bentuk musik dapat hadir dalam SENADA, mulai dari penampilan solo, kelompok musik, vokal, instrumen, hingga kolaborasi lintas genre dan komunitas seni.
Sementara Kata menjadi ruang bagi berbagai bentuk ekspresi verbal. Puisi, stand-up comedy, monolog, storytelling, orasi budaya, pembacaan karya sastra, hingga berbagai bentuk ekspresi verbal lainnya dapat menjadi bagian dari panggung SENADA.

Dengan demikian, SENADA tidak ditempatkan semata-mata sebagai pertunjukan musik, tetapi sebagai ruang ekspresi multidisipliner yang mempertemukan musik, sastra, teater, humor, budaya, dan berbagai bentuk kreativitas lainnya.
Ruang Kolaborasi Sivitas Akademika
Kehadiran SENADA diharapkan dapat memperkuat interaksi dan kolaborasi antarsivitas akademika UNP. Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, komunitas seni, maupun elemen kampus lainnya memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ruang ini sekaligus menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi-potensi kreatif yang selama ini mungkin belum mendapatkan ruang tampil di lingkungan kampus.
SENADA juga membawa semangat bahwa seni tidak harus selalu hadir dalam ruang pertunjukan formal. Seni dapat tumbuh di ruang-ruang terbuka, hadir dalam keseharian, dan menjadi bagian dari kehidupan kampus.
Melalui konsep tersebut, kampus diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk belajar dan melakukan penelitian, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi kreativitas, kebudayaan, interaksi sosial, dan ekspresi manusia.
Membangun Ekosistem Seni di Kampus

Inisiatif SENADA sejalan dengan semangat membangun lingkungan akademik yang lebih humanis dan kreatif. Pertemuan antara sivitas akademika melalui seni diharapkan dapat menciptakan suasana kampus yang lebih cair, komunikatif, dan kolaboratif.
“Kita ingin membangun budaya kampus yang memberikan ruang bagi kreativitas. SENADA menjadi salah satu cara untuk mempertemukan orang, karya, gagasan, dan energi positif melalui seni,” ungkap Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D.
Ke depan, SENADA diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertunjukan rutin Jumat sore, tetapi dapat berkembang menjadi platform kreativitas dan kolaborasi seni di lingkungan Universitas Negeri Padang.
Berbagai komunitas seni dan mahasiswa dapat terlibat untuk menghadirkan karya-karya baru. Tidak tertutup kemungkinan SENADA juga menjadi ruang lahirnya kolaborasi antara musik, sastra, seni pertunjukan, budaya lokal, teknologi, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif lainnya.
Dengan semangat “Bersinergi dan Berkesenian dengan Melodi Tanpa Batas”, SENADA ingin menjadikan senja sebagai awal dari sebuah perjumpaan: Nada yang mempertemukan harmoni, Kata yang menyuarakan gagasan, dan Senja yang menjadi saksi lahirnya berbagai karya.
SENADA [Senja, Nada dan Kata]. Dari kampus, untuk kreativitas tanpa batas. Kegiatan SENADA juga menjadi bagian dari upaya UNP mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kreativitas dan ekspresi sivitas akademika. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui penciptaan ruang interaksi, rekreasi, dan apresiasi seni dan budaya di lingkungan kampus. (FS/FBS UNP)
