Rektor UNP Sambut Kunjungan Benchmarking Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Rektor UNP sambut Rektor Universitas Fort De Kock Bukittinggi dalam kunjungan benchmarking (Foto : Aguswandi /Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP)

Padang — Komitmen Universitas Negeri Padang (UNP) dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang adaptif dan berbasis manajemen risiko menjadi daya tarik tersendiri bagi berbagai institusi pendidikan tinggi. Salah satunya ditunjukkan melalui kunjungan benchmarking Universitas Fort De Kock Bukittinggi yang secara khusus mempelajari implementasi manajemen risiko terintegrasi di lingkungan UNP, Kamis (2/7/2026), di Ruang Sidang Rektor Lantai 4 Gedung Rektorat UNP.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional (PKSHI), Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko, Yusrizal, S.Pd, M.Pd. bersama jajaran terkait di bidang perencanaan dan manajemen risiko.

Dalam sambutannya, Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kunjungan benchmarking yang dilakukan Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Ia menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dalam tata kelola universitas untuk mengidentifikasi, memetakan, dan memitigasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan institusi.

“UNP telah menerapkan berbagai langkah strategis dalam pengelolaan risiko, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP), penerapan video safety briefing pada berbagai kegiatan, penyediaan jalur evakuasi di fasilitas kampus, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” jelas Rektor UNP.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan untuk meminimalksir risiko adalah aplikasi Si Kacak yang mengintegrasikan data dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan secara real time. Melalui sistem data satu pintu tersebut, UNP dapat melakukan pemantauan, pemetaan, serta mitigasi risiko secara lebih cepat, tepat, dan terukur di berbagai bidang, termasuk akademik, keuangan, aset, dan sumber daya manusia.

Sementara itu, Rektor Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Prof. Dr. Evi Hasnita, S.Pd., Ns., M.Kes., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus sarana belajar dan berbagi pengalaman dengan UNP. Menurutnya, kehadiran rombongan Universitas Fort De Kock Bukittinggi juga menjadi wujud komitmen institusi dalam memperkuat penerapan manajemen risiko melalui pembelajaran mengenai tata kelola dan implementasi manajemen risiko yang telah dikembangkan di UNP.

Rektor Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Prof. Dr. Evi Hasnita, S.Pd., Ns., M.Kes.,

“Kami ingin memperoleh informasi dan praktik baik terkait tata kelola manajemen risiko di UNP sebagai referensi dalam penguatan sistem manajemen risiko di Universitas Fort De Kock Bukittinggi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional (PKSHI) UNP, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., memaparkan profil universitas serta sistem manajemen risiko yang diterapkan di UNP. Ia menjelaskan bahwa manajemen risiko menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola yang efektif menuju UNP yang unggul, berbudaya, dan berkelanjutan.

Menurutnya, penerapan manajemen risiko memungkinkan institusi mengantisipasi berbagai potensi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada untuk mendukung pencapaian tujuan universitas secara efektif, efisien, dan berkelanjutan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional (PKSHI) UNP, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si.

Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kolaborasi serta berbagi praktik baik dalam pengembangan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs4 Pendidikan Berkualitas dan SDGs 17 kemitraab untuk mencapai tujuan melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan kolaborasi antarpendidikan tinggi.

Turut hadir dalam kegiatan kunjungan ini rombongan Universitas Fort De Kock Bukittinggi, antara lain Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan, Ketua LPMI, Direktur LSP P1, serta Koordinator Manajemen Risiko. Sementara dari UNP hadir Kepala BPMI, Kepala LPPM, Kepala Subdirektorat Perencanaan, Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko, serta staf Manajemen Risiko. (Sar/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis

#unp #universitasnegeripadang #alamtakambangjadiguru #sdgs4 #sdgs17 #manajemerisikounp