humas@unp.ac.id

Pesisir Selatan — Tim Program Pengabdian PPUB Universitas Negeri Padang (UNP) mengajak 12 anak-anak di kawasan wisata Mandeh, Pesisir Selatan berusia 9–15 tahun belajar mengenal dan menjaga kawasan mangrove secara langsung, Minggu (16/8/2026).
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Jumat (21/8/2026) adapun kegiatannya meliputi menjelajahi kawasan mangrove menggunakan perahu, memungut sampah, mengenal dan memetik buah nipah, hingga mengolahnya menjadi jus.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian PPUB UNP bertema “Penguatan Tata Kelola Mangrove Berbasis Nagari untuk Pengembangan Ekowisata dan Industri Kreatif di Kenagarian Mandeh.”

Ketua Tim PPUB UNP, Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum., memberikan edukasi kepada peserta selama perjalanan menggunakan perahu. Anak-anak dikenalkan pada fungsi mangrove sebagai pelindung kawasan pesisir, habitat berbagai biota, serta potensinya untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata Mandeh.
“Selama menyusuri kawasan mangrove, peserta juga diajak memungut sampah yang ditemukan di sekitar perairan dan vegetasi mangrove. Kegiatan ini menjadi pembelajaran langsung tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir,” tulisnya

Anak-anak juga diperkenalkan pada tanaman nipah yang tumbuh di kawasan mangrove. Mereka melihat langsung habitat tanaman tersebut dan memetik buah nipah untuk kemudian diolah menjadi minuman.
Setelah kegiatan lapangan, peserta mengikuti pelatihan pengolahan buah nipah menjadi jus. Pelatihan dibuka oleh Prof. Siti Fatimah dan menghadirkan Alfisyahri, praktisi kuliner dan pariwisata dari Politeknik Negeri Padang, sebagai pemateri.
Peserta belajar menyiapkan buah nipah dan mengolahnya menjadi minuman. Praktik ini sekaligus mengenalkan pemanfaatan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif masyarakat.

Prof. Siti Fatimah mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak mendapatkan pengalaman langsung dalam mengenal potensi lingkungan di daerah mereka.
“Anak-anak tidak hanya belajar melalui penjelasan, tetapi langsung melihat kondisi mangrove, menjaga kebersihannya, mengenal buah nipah, dan mengolahnya menjadi produk,” ujarnya.
Program ini melibatkan dosen UNP Prof. Dr. Eri Barlian, MS, Erda Fitriani, S.Sos., M.Si., dan Haldi Patra, M.Hum., serta asisten riset Iqrima Basri, M.Pd., mahasiswa Nurfita Falmia dan Muhammad Akbar, dan Wali Nagari Mandeh Mushendri sebagai mitra.
Melalui kegiatan tersebut, PPUB UNP mendorong generasi muda Mandeh untuk mengenal, menjaga, dan memanfaatkan potensi lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta SDGs 14: Life Below Water (Ekosistem Lautan) melalui edukasi dan aksi menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem mangrove di kawasan pesisir.





