humas@unp.ac.id

Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Kyoto University dan Kansai University, Jepang, melaksanakan international community service atau Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional melalui edukasi kebencanaan bagi siswa sekolah dasar di Kota Padang. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai gempa bumi, tsunami, serta langkah-langkah mitigasi dan penyelamatan diri.

Direktur Kerja Sama, Reputasi, dan Internasionalisasi UNP, Prof. Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D., Eng., sebagai profesor perwakilan dari Universitas Negeri Padang pada kegiatan ini saat ditemui Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Rabu (2/9/2026) mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kyoto & Kansai University Disaster Prevention School (KIDS) yang secara berkelanjutan memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar.
“Kegiatan ini adalah sosialisasi edukasi tentang gempa, tsunami, dan mitigasinya yang dilaksanakan oleh KIDS. Tugasnya menyosialisasikan edukasi kepada masyarakat, terutama sekolah dasar,” ujar Prof. Rusnardi disela-sela Sosialisasi yang digelar di SDN 18 Padang.

Menurutnya, kegiatan KIDS telah berlangsung sejak 2005 setelah bencana gempa dan tsunami Aceh. Pelaksanaan tahun sebelumnya dilakukan di Banda Aceh, sedangkan tahun ini dipusatkan di Kota Padang dengan mempertimbangkan potensi gempa dan tsunami di wilayah tersebut.
Edukasi diarahkan terutama kepada sekolah dasar yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami. Pemilihan siswa sekolah dasar, kata Prof. Rusnardi, juga mempertimbangkan peran mereka sebagai kelompok yang dapat meneruskan pengetahuan kebencanaan kepada teman, orang tua, dan keluarga.
“Anak SD merupakan kelompok berumur panjang yang mudah menyampaikan kepada teman-temannya, orang tuanya, dan keluarganya bahwa potensi itu ada dan bagaimana cara menyelamatkan diri. Mereka juga dikenalkan dengan mekanisme terjadinya bencana meskipun masih dalam konsep dasar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, UNP berkolaborasi dengan Kyoto University yang diwakili Prof. Junji Kiyono dan Kansai University yang diwakili Prof. Yoshiro Okumura. Keduanya turut membawa mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi di sekolah.
“Delegasi dari Jepang berjumlah delapan orang yang terdiri atas dua profesor dan mahasiswa dari kedua universitas. Sementara dari UNP, kegiatan melibatkan Prof. Rusnardi serta mahasiswa relawan dari berbagai bidang, termasuk kedokteran, teknik sipil, program magister, dan sarjana,” terangnya
Prof. Rusnardi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara UNP dan kedua perguruan tinggi Jepang. “UNP tidak hanya memfasilitasi dalam bentuk akomodasi, tetapi juga dalam bentuk knowledge. Kita juga menyampaikan kepada mahasiswa-mahasiswa dari Jepang mengenai kondisi dan pengetahuan kebencanaan di sini,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas Pendidikan Kota Padang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi dan koordinasi dengan sekolah-sekolah yang menjadi lokasi kegiatan.
“Dinas Pendidikan Kota Padang dan BPBD Kota Padang memberikan support yang luar biasa. Mereka membantu mengirimkan sekolah-sekolah dan mendukung setiap kegiatan,” kata Prof. Rusnardi.
Kegiatan international community service ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan kebencanaan, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi UNP dengan perguruan tinggi Jepang dan pemerintah daerah. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)
