UNP Gandeng Petani dan Industri Solok Kembangkan Produk Pertanian Bernilai Tambah

Prof. Dr. Anni Faridah, bersama tim dengan mengunjungi ACC Food Bros di Solok
Prof. Dr. Anni Faridah, bersama tim dengan mengunjungi ACC Food Bros di Solok

Solok — Universitas Negeri Padang (UNP) menjajaki kerja sama dengan pelaku industri dan kelompok tani di Solok untuk mengembangkan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Penjajakan dilakukan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Anni Faridah, bersama tim dengan mengunjungi ACC Food Bros di Solok dan Kelompok Tani Kumbang Jantan di Alahan Panjang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung potensi dan kendala yang dihadapi pelaku usaha serta petani. Dari kunjungan itu, UNP melihat peluang kerja sama dalam bidang riset, teknologi, pengolahan produk, dan pengembangan usaha.

Di ACC Food Bros, tim UNP melihat proses pengolahan bumbu rempah kering yang telah menggunakan mesin pengering, penggiling, dan mixer. Industri yang dikembangkan Taufik tersebut menggunakan rempah pilihan tanpa tambahan penyedap.

Meski telah memiliki produk dengan cita rasa khas, proses produksi ACC Food Bros masih banyak mengandalkan pengalaman yang diperoleh secara turun-temurun. Kondisi ini dinilai dapat dikembangkan melalui dukungan penelitian dari UNP.

Penelitian dapat dilakukan untuk menentukan kadar air, suhu dan waktu pengeringan, proses penggilingan dan pencampuran, hingga ketahanan produk selama penyimpanan. Hasil penelitian diharapkan membantu industri memiliki proses produksi yang lebih terukur tanpa menghilangkan cita rasa khas produknya.

Selain industri rempah, UNP juga melihat peluang pengembangan produk pertanian di Kelompok Tani Kumbang Jantan, Alahan Panjang. Kelompok tani tersebut membudidayakan bawang, tomat, cabai, dan kentang.

Salah satu persoalan yang dihadapi petani adalah turunnya harga saat panen raya. Produksi yang melimpah membuat harga komoditas turun, sementara sejumlah hasil pertanian seperti tomat memiliki daya simpan yang terbatas.

Persoalan tersebut menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan produk olahan sehingga hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk segar.

UNP memiliki sejumlah hasil penelitian yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan tersebut. Prof. Anni Faridah, misalnya, telah memiliki paten sederhana terkait produk selai tomat. UNP juga memiliki hasil penelitian dan publikasi internasional mengenai bumbu rendang kering yang berpotensi dikembangkan bersama industri.

Dari kunjungan tersebut, UNP mendorong terbentuknya kolaborasi empat pihak, yakni kelompok tani, pelaku industri, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Kelompok tani berperan sebagai penyedia bahan baku, industri mengolah dan memasarkan produk, UNP memberikan dukungan riset dan teknologi, sedangkan pemerintah daerah mendukung melalui pembinaan, perizinan, sertifikasi, pembiayaan, promosi, dan pengembangan pasar.

Sebagai langkah awal, kerja sama dapat diarahkan pada pengembangan dan standardisasi bumbu rempah kering ACC Food Bros. Di sektor pertanian, pengolahan tomat menjadi produk turunan juga dapat menjadi salah satu proyek percontohan untuk mengurangi kerugian petani saat panen raya.

Ke depan, pola kerja sama tersebut dapat dikembangkan untuk komoditas lain seperti bawang, cabai, dan kentang. UNP berharap hasil riset perguruan tinggi dapat lebih banyak dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan industri dan masyarakat serta meningkatkan nilai jual produk pertanian.

Kunjungan yang dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) tersebut juga diikuti Dr. Nofi Yendri Sudiar, M.Si., Kepala Pusat Inovasi, Hilirisasi dan Kerjasama Industri LPPM, Dodi Kurniawan, S.Kom., Kepala Sub Bagian LPPM, serta Randy Putra, S.Si., selaku asisten riset.

Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan usaha dan peningkatan nilai tambah produk, serta SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan riset dan teknologi dalam pengembangan produk pertanian.