humas@unp.ac.id

Padang – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Town Hall Reboot Communication (BootComm) Vol. 4 dengan tema “Meet The Expert: Polusi di Dunia Komunikasi” di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, Sabtu (26/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan dan pembekalan bagi mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi.
Kegiatan menghadirkan tiga praktisi komunikasi dari berbagai bidang, yakni Direktur Operasional Classy Media Andika D Khagen, Humas Sumatera Barat Budi Sanjaya, dan Co-Founder Auman Design Bureau Fajar Novario, S.Ds. Ketiganya membahas tantangan komunikasi dari perspektif jurnalistik, hubungan masyarakat, dan profesi kreatif.

Andika D Khagen membahas tantangan jurnalistik di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, komunikator tidak hanya dituntut menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi juga memastikan informasi tersebut benar, memiliki nilai, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Di tengah banyaknya informasi yang beredar, tantangan seorang komunikator bukan hanya bagaimana menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi bagaimana memastikan informasi tersebut benar, memiliki nilai, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Senin (5/10/2026).
Sementara itu, Budi Sanjaya membahas pentingnya kemampuan humas dalam memahami publik dan membangun kepercayaan. Menurutnya, humas tidak hanya menyampaikan informasi dari organisasi kepada publik, tetapi juga harus mampu membangun hubungan melalui komunikasi yang tepat.
“Humas bukan hanya soal menyampaikan apa yang ingin disampaikan organisasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita memahami publik, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan yang baik melalui komunikasi yang tepat,” ungkapnya.

Pada sesi berikutnya, Fajar Novario membahas tantangan profesi kreatif di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan komunikasi yang semakin dinamis. Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir strategis dalam merancang komunikasi.
“Komunikasi harus dirancang. Kita perlu memahami siapa yang ingin kita ajak berkomunikasi, apa pesannya, melalui media apa, dan apa tujuan yang ingin dicapai,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai bidang dalam Ilmu Komunikasi sekaligus mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, dan Manajemen Komunikasi memiliki ruang kerja yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam proses pengelolaan komunikasi.

Kegiatan BootComm Vol. 4 juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian pembekalan dan wawasan praktis kepada mahasiswa agar memiliki pengetahuan serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia komunikasi dan kebutuhan dunia kerja.
