Sikapi Isu Media Sosial Anak, Prodi PAI UNP Bedah Digital Ethics Perspektif Islam Bersama Pakar ISRA Academy Australia

Padang – Departemen Ilmu Agama Islam (IAI) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan kegiatan Mini Discussion bertajuk “Fostering Digital Leadership Among Students: The Role of Scroll2Action in Developing Media Literacy” pada Kamis (6/8/2026).

Acara ini menghadirkan pakar internasional Assoc. Prof. Derya Iner dari Islamic Sciences and Research Academy (ISRA) dan Charles Sturt University (CSU), Australia, sebagai narasumber utama, dipandu oleh dosen Departemen IAI FIS UNP, Dhita Ayomi Purwaningtyas, M.Si., selaku moderator.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, Ph.D., yang dalam sambutannya menegaskan komitmen fakultas untuk mendukung akselerasi UNP menuju World Class University (WCU). Senada dengan hal tersebut, Kepala Departemen IAI, Prof. Dr. Alfurqan, menekankan bahwa penyelenggaraan forum akademik berkelas internasional ini merupakan bentuk kontribusi nyata prodi dalam memperluas jejaring global untuk mendukung pencapaian target WCU kampus.

Assoc. Prof. Derya Iner, yang juga menjabat sebagai Research Coordinator di Centre for Islamic Studies and Civilisation (CISAC) CSU, memberikan pandangan kritisnya mengenai pelarangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun di Australia. Menurutnya, kebijakan tersebut hanya menunda masalah, bukan menyelesaikannya karena anak belum disiapkan secara mental dan pikiran.

Derya menekankan bahwa anak-anak dan remaja tidak cukup hanya dilarang secara pasif, melainkan perlu dilatih dan dibekali etika digital yang kokoh berlandaskan nilai-nilai Islam. Beliau turut membagikan best practice dari program Scroll2Action, sebuah inisasi dari ISRA Academy yang menggabungkan literasi media sosial dengan pendidikan kewargaan (civic education).

Program ini dirancang untuk membekali generasi muda agar kritis memfilter disinformasi dan online hate, sekaligus mampu mengubah kebiasaan scrolling menjadi aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.

Melalui sesi diskusi bersama peserta, ditekankan juga bahwa penguatan literasi digital dan pendidikan akhlak di era modern membutuhkan peran aktif dari seluruh ekosistem. Keberhasilan penanaman etika digital memerlukan sinergi yang padu antara pengawasan di lingkungan keluarga, peran lembaga pendidikan di sekolah, serta dukungan kebijakan dan regulasi pemerintah yang adaptif.

Inisiatif ini selaras dengan pengejawantahan kebijakan Kemendiktisaintek tentang Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi hadir tidak sekadar sebagai forum akademik, tetapi aktif memberikan solusi nyata atas keresahan sosial masyarakat terkait dampak era digital. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi media generasi muda dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) lewat upaya meredam narasi kebencian di ruang siber.

Sebagai penutup, forum ini menghasilkan kesepakatan awal terkait rencana kolaborasi strategis yang berkelanjutan antara Departemen IAI FIS UNP dan ISRA Foundation Australia. Bentuk kerja sama yang siap direalisasikan ke depan meliputi penelitian bersama (joint research) dan penulisan karya ilmiah, program pengajaran bersama (team teaching) internasional, peluang penerbitan artikel ilmiah pada special issue Australian Journal of Islamic Studies (jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q2 yang dikelola oleh ISRA Foundation), penyelenggaraan seminar dan workshop akademik, serta team teaching. Kemitraan internasional berjangka panjang ini sekaligus memperkuat komitmen kedua lembaga dalam merealisasikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).