Tim PPUB PLB FIP UNP Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga Disabilitas Rungu Pascabencana melalui Pelatihan Usaha Buket Bunga

Screenshot

Padang — Upaya pemulihan ekonomi pascabencana terus dilakukan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui pemberdayaan kelompok masyarakat terdampak. Tim Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, menggandeng Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Provinsi Sumatera Barat dalam memberikan pelatihan usaha buket bunga bagi keluarga penyandang disabilitas rungu, Sabtu(8/8) di Ruang Sidang Lantai 2 FIP UNP.

Kegiatan ini dilatarbelakangi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Kota Padang, pada penghujung 2025. Bencana tidak hanya berdampak pada kondisi fisik dan sosial masyarakat, tetapi juga memengaruhi aktivitas serta perekonomian keluarga, termasuk keluarga penyandang disabilitas rungu.

Sebanyak 10 ibu penyandang disabilitas rungu yang merupakan anggota GERKATIN dan terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera Barat mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan dirancang untuk memberikan keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dari lingkungan rumah maupun komunitas.

Ketua Pelaksana Pengabdian, Dr. Elsa Efrina, M.Pd., mengatakan pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat setelah bencana. Melalui keterampilan produktif, penyandang disabilitas rungu diharapkan memiliki alternatif dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Sekretaris GERKATIN, Feri Naldi. Ia menyambut baik kegiatan pemberdayaan yang memberikan kesempatan kepada anggota GERKATIN untuk memperoleh keterampilan baru sekaligus mengembangkan potensi ekonomi.

Untuk memastikan pelatihan berlangsung inklusif, kegiatan didukung juru bahasa isyarat yang menjembatani komunikasi antara narasumber, tim pengabdian, dan peserta. Dengan dukungan tersebut, peserta dapat mengikuti materi, berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mengikuti instruksi praktik secara optimal.

Pelatihan menghadirkan dua materi utama. Materi pertama, “Pentingnya Berwirausaha dan Peran Teknologi dalam Usaha”, disampaikan Ferdian Ondira Asa, S.Pd., M.Sn., dosen Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni UNP. Materi tersebut membekali peserta dengan wawasan dasar kewirausahaan, pentingnya membangun kepercayaan diri dalam memulai usaha, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung dan mempromosikan produk.

Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen secara lebih luas dan tidak terbatas pada lingkungan sekitar.

Materi kedua, “Tata Cara dan Praktik Pembuatan Buket Bunga”, dipandu Dr. Jupriani, M.Sn., dosen Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni UNP sekaligus pelaku usaha di bidang merangkai bunga. Peserta mempelajari pemilihan bahan, teknik merangkai bunga, efisiensi penggunaan bahan, hingga teknik pengemasan agar produk memiliki tampilan menarik dan nilai jual.

Usai menerima materi, peserta langsung mempraktikkan pembuatan buket bunga secara mandiri dengan pendampingan tim pengabdian dan panitia. Pendekatan praktik ini dilakukan agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menghasilkan produk yang berpotensi dipasarkan.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan praktik. Mereka aktif bertanya mengenai cara memulai usaha serta mengikuti setiap tahapan pembuatan buket, mulai dari menyiapkan bahan, menyusun bunga, membentuk rangkaian, hingga melakukan pengemasan.

Kolaborasi Tim PPUB PLB FIP UNP dan GERKATIN menjadi bagian penting dalam menghadirkan pemberdayaan bagi kelompok masyarakat yang terdampak bencana sekaligus menghadapi hambatan dalam mengakses peluang ekonomi.

Melalui keterampilan kewirausahaan pembuatan buket bunga dan pemanfaatan teknologi, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendukung pemulihan ekonomi pascabencana yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan ekonomi keluarga penyandang disabilitas rungu di Kota Padang.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan keterampilan kewirausahaan dan peluang usaha bagi keluarga penyandang disabilitas, serta SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui upaya mendorong pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan membuka akses yang lebih setara bagi penyandang disabilitas rungu (PLB FIP UNP)