humas@unp.ac.id

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan pengolahan makanan kepada orang tua anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) di SLB Autisma YPPA Padang, Minggu (30/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang didanai melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) UNP.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Senin (7/9/2026) pelatihan diikuti 15 orang tua anak GSA dari SLB BIMA, SLB Tiji, SLB Harapan Bunda, SLB Autisma YPPA Padang, SLB Negeri 2, dan SLB Negeri 1. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa UNP serta Ketua FOPA sebagai narasumber.
Ketua kegiatan, Dr. Rahmahtrisilvia, M.Pd., mengatakan pelatihan diberikan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengolah makanan dan camilan yang dapat disiapkan di rumah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengolahan makanan dengan konsep casein free, gluten free, dan sugar free. Materi meliputi pemilihan bahan, penggunaan bahan alternatif, serta cara mengolah makanan dan camilan.
Setelah mendapatkan materi, peserta langsung mengikuti praktik pengolahan makanan. Peserta mempraktikkan tahapan mulai dari menyiapkan bahan, mengolah makanan, hingga penyajian dengan didampingi tim UNP.
Selain praktik, peserta juga berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai kebutuhan makanan anak serta cara menyiapkan makanan di rumah.
Kegiatan tersebut didampingi tim dosen yang terdiri atas Dr. Rahmahtrisilvia, M.Pd., Dr. Elsa Efrina, M.Pd., Dr. Johandri Taufan, M.Pd., dan Hasmai Bungsu Ladiva, M.Pd. Mahasiswa UNP turut membantu pelaksanaan pelatihan.
Melalui kegiatan ini, orang tua mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam menyiapkan makanan di rumah. Keterampilan pengolahan makanan juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif bagi keluarga.
Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari kontribusi UNP melalui program pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi mengenai pengolahan makanan, serta SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberian keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
