humas@unp.ac.id

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) berkolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menyelenggarakan The International Conference on Culinary, Fashion, Beauty and Tourism (ICCFBT) dan The 8th International Hospitality and Tourism Conference (IHTC) 2026. Konferensi internasional yang berlangsung secara hybrid pada 8–9 Oktober 2026 ini digelar di Lantai 4 Ballroom UNP Hotel & Convention Center. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi UNP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Konferensi mengangkat tema “Reimagining Hospitality, Tourism and Creative Lifestyle Industries for the Next Decade: Innovation, Culture and Sustainable Value Creation”. Tema ini sejalan dengan semangat SDGs, yakni menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan.
Dua pembicara undangan hadir pada kegiatan ini. Anggota DPD RI, H. Irman Gusman, SE., M.B.A., membawakan topik “Reimagining Tourism for Inclusive Regional Development: Connectivity, Investment and Sustainable Destination Transformation”, yang beririsan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Pembicara kedua, Prof. Dr. Collin Michael Hall dari Massey University Business School, memaparkan topik “Reimagining Hospitality, Tourism and Creative Lifestyle Industries – Which Way for the Future: Issues, Challenges, and Dreams”. Keduanya dimoderatori oleh Dr. Sukma Yudistira, M.Pd.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional UNP, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa perkembangan saat ini menuntut penguatan koneksi antara sains riset, teknologi informasi, warisan budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, kuliner, fashion, kecantikan, hospitality, dan kepariwisataan telah menjadi sektor yang menggerakkan roda ekonomi sekaligus nilai sosial.
Ia menekankan tiga hal. Pertama, inovasi berbasis riset (SDG 9): universitas harus menghasilkan pengetahuan yang dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis dan meningkatkan daya saing industri. Kedua, identitas budaya dan kreativitas (SDG 11): tradisi dan kearifan lokal merupakan aset warisan yang bernilai bagi pasar global. Ketiga, keberlanjutan (SDG 8, SDG 12, dan SDG 13): pembangunan masa depan harus menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab lingkungan, inklusi sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Dari UiTM, Deputy Dean of Research and Linkages Faculty of Hotel and Tourism Management, Dr. Mohd. Noor Ismawi Ismail, menyampaikan bahwa keunggulan akademik dan dampak praktis tidak semestinya dipertentangkan. Meski riset sangat penting, nilai-nilai kemanusiaan juga harus tetap dijaga. Ia menegaskan bahwa hospitality tidak dapat dipisahkan dari pariwisata, dan pariwisata tidak terlepas dari kuliner, warisan budaya, fashion, kesejahteraan, dan ekonomi. Kolaborasi UNP dan UiTM ini sekaligus mencerminkan semangat SDG 17 dalam memperkuat kemitraan lintas negara di bidang pendidikan dan penelitian.
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, dalam sambutannya menilai tema konferensi sangat relevan dengan masa depan bisnis pariwisata dan ekonomi di Indonesia. Menurutnya, pariwisata saat ini tidak hanya bertujuan menarik wisatawan, tetapi juga menciptakan nilai bagi destinasi, komunitas, dan orang-orang yang bekerja di dalamnya. Kuliner, fashion, dan kecantikan merupakan bagian dari ekosistem gaya hidup kreatif yang tidak sekadar berstatus industri, tetapi juga mencerminkan kebudayaan, identitas, kreativitas, dan pengetahuan lokal. Pandangan ini sejalan dengan SDG 8 dan SDG 12 tentang pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja serta mempromosikan budaya dan produk lokal.
Hadir pula pada kegiatan ini Ketua Konferensi IHTC 2026, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran (PHRI) Sumatera Barat, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia, serta jajaran pimpinan UNP, yakni Wakil Rektor Bidang Umum, Keuangan, Aset dan Usaha, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi, Senior Eksekutif, Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko, Direktur Sumber Daya Manusia, Direktur Umum, Keuangan dan Aset, serta Kepala Kantor Keprotokolan. Turut hadir Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), kepala departemen dan koordinator program studi di lingkungan FPP, Kabag Umum FPP, serta perwakilan sponsor yang mendukung konferensi. Keterlibatan pemerintah, industri, akademisi, dan sponsor ini menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pariwisata dan industri kreatif yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan. (ab/KKPS)

