Padang– Universitas Negeri Padang melalui Program Pengabdian UNP Berdampak melaksanakan hilirisasi hasil penelitian berupa implementasi website E-Motion GEP (E-Asesmen Multidimensional Gangguan Emosi dan Perilaku) guna memperkuat kapasitas sekolah inklusif dalam mendeteksi dini gangguan emosi dan perilaku siswa. Program ini menyasar 30 Sekolah Dasar inklusif di bawah binaan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 Juli 2026 dipimpin oleh Prof. Dr. Marlina, S.Pd., M.Si. bersama tim pengabdian yang terdiri atas Endang Sri Handayani, M.Pd., Randi Proska Sandra, S.Pd., M.Sc., Antoni Tsaputra, S.S., M.A., Ph.D., serta didukung tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa FIP UNP. Kegiatan menghadirkan narasumber Syari Yuliana, M.Pd. dan Dr. Johandri Taufan, M.Pd., serta bekerja sama dengan Ketua K3SD Kecamatan Sungai Geringging, Syaiful Effendi, S.Pd.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan guru dalam melakukan deteksi dini gangguan emosi dan perilaku secara sistematis. Melalui website E-Motion GEP, guru dapat mengisi data asesmen secara daring, kemudian sistem mengolah data dan menampilkan hasil interpretasi secara otomatis sehingga proses skrining menjadi lebih objektif, terstruktur, dan berbasis bukti. Sebanyak 47 guru SD inklusif mengikuti kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat sejak awal, ketika lebih dari setengah peserta mengaku memiliki siswa dengan karakteristik gangguan emosi dan perilaku di sekolahnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan instrumen deteksi dini yang praktis dan terstandar sangat tinggi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya identifikasi dan asesmen di sekolah inklusif, dilanjutkan dengan pembahasan konsep serta tahapan identifikasi dan asesmen gangguan emosi dan perilaku. Peserta kemudian mengikuti praktik penggunaan website E-Motion GEP, mulai dari pengisian data hingga interpretasi hasil asesmen, yang dilanjutkan dengan sesi pendampingan untuk memahami hasil asesmen dan menentukan tindak lanjut yang sesuai bagi siswa.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Marlina, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa deteksi dini merupakan langkah awal dalam memberikan layanan pendidikan yang tepat. “Untuk mendukung keberhasilan akademik murid, deteksi dini terhadap kondisi emosi dan perilaku menjadi langkah awal dalam memberikan dukungan yang tepat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hilirisasi website E-Motion GEP merupakan wujud pemanfaatan hasil riset UNP agar sekolah inklusif memiliki instrumen yang praktis, ilmiah, dan mampu mendukung layanan pendidikan yang lebih tepat, inklusif, dan responsif.

Ketua K3SD Kecamatan Sungai Geringging, Syaiful Effendi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami sangat senang Kecamatan Sungai Geringging dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, dan ke depan jumlah peserta maupun durasi pelaksanaannya dapat ditambah agar lebih banyak guru yang memperoleh manfaat,” ujarnya. Peserta memberikan respons positif terhadap website E-Motion GEP karena mudah digunakan dan mampu menampilkan hasil interpretasi asesmen secara otomatis. Kemudahan ini meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengidentifikasi siswa yang memerlukan perhatian khusus. Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik dan diskusi interaktif melalui penggunaan fitur website serta pertanyaan terkait interpretasi hasil asesmen dan penerapannya dalam mendukung layanan pendidikan di sekolah inklusif.

Melalui hilirisasi website E-Motion GEP, Universitas Negeri Padang menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan inklusif yang berkualitas, SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya deteksi dini gangguan emosi dan perilaku peserta didik sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan mental anak, serta SDGs17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Padang, Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD), dan sekolah-sekolah inklusif dalam memperluas pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat. (Marlina)
Post Views: 458