humas@unp.ac.id

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) resmi melepas 3.337 mahasiswa Program Praktik Lapangan Kependidikan (PLK) UNP Berdampak Semester Juli–Desember 2026 yang akan melaksanakan praktik mengajar di 247 sekolah mitra dari berbagai jenjang pendidikan dalam dan luar negeri. Pelepasan mahasiswa berlangsung di Auditorium UNP, Senin (20/7/2026), sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon guru profesional melalui pengalaman mengajar secara langsung di sekolah.
Rektor UNP yang diwakili Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah dan guru pamong yang kembali bersedia menerima mahasiswa UNP untuk melaksanakan PLK.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah meluangkan waktu menerima mahasiswa kami untuk menimba pengalaman di lapangan. Kehadiran dan bimbingan dari sekolah mitra menjadi bagian penting dalam membentuk calon guru yang profesional,” ujar Refnaldi.
Ia menegaskan bahwa PLK merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi kependidikan sebagai wahana menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di sekolah. Menurutnya, pengalaman mengajar di kelas yang sesungguhnya tidak dapat sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran micro teaching di kampus.

“Selama kurang lebih satu semester mahasiswa akan berada di sekolah. Mereka akan belajar menjadi guru yang sesungguhnya, berinteraksi dengan peserta didik, guru, dan lingkungan sekolah. Karena itu kami berharap sekolah mitra dapat membimbing sekaligus memberikan masukan kepada mahasiswa apabila masih terdapat kekurangan selama menjalankan praktik,” katanya.
Refnaldi menambahkan, melalui tema UNP Berdampak, pelaksanaan PLK diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi sekolah mitra dan peningkatan kualitas pendidikan.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Praktik Lapangan Direktorat Akademik UNP, Dr. Ir. Muhammad Adri, M.T., melaporkan bahwa PLK Semester Juli–Desember 2026 diikuti sekitar 3.337 mahasiswa program studi kependidikan. Dari jumlah tersebut, mayoritas ditempatkan di sekolah-sekolah mitra di Sumatera Barat, sementara sebagian lainnya melaksanakan PLK di luar provinsi.

Muhammad Adri menjelaskan, PLK merupakan program akademik wajib yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial mahasiswa sebagai calon guru. Selama enam semester, mahasiswa telah memperoleh bekal teori di kampus, sedangkan melalui PLK mereka akan mendapatkan pengalaman nyata dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di sekolah.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang menjalankan PLK internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, serta 19 mahasiswa yang sedang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) namun telah menyelesaikan proses lapor diri PLK sesuai jadwal.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah mitra yang kembali menerima mahasiswa UNP. Dukungan sekolah mitra menjadi bagian penting dalam mencetak calon guru yang profesional, berkarakter, dan siap memberikan dampak bagi dunia pendidikan,” ujar Muhammad Adri.
Selain prosesi pelepasan dan serah terima mahasiswa kepada sekolah mitra, kegiatan juga diisi dengan pembekalan mengenai penguatan tenaga pendidik, peningkatan kualitas pendidikan di daerah kepulauan, pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, serta tata laksana pelaksanaan PLK UNP Berdampak. SDGs: SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)
