UNP Perkuat Kurikulum Pascasarjana Jawab Tantangan Pendidikan Tinggi

Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO, yang merupakan Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat memaparkan materinya pada Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kurikulum Pascasarjana di lingkungan UNP. (foto: Aguswandi/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)
Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO, yang merupakan Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat memaparkan materinya pada Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kurikulum Pascasarjana di lingkungan UNP. (foto: Aguswandi/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)

Padang – Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kurikulum Pascasarjana di lingkungan UNP di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat UNP, Jumat (17/7). Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO, yang merupakan Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai narasumber utama.

FGD dibuka oleh Rektor UNP yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt. Turut mendampingi Direktur Sekolah Pascasarjana UNP, Prof. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D., Direktur Akademik, dan Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Mata Kuliah Umum.

Dalam sambutannya, Prof. Refnaldi mengatakan FGD tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan penguatan kurikulum yang telah dilakukan sebelumnya. Menurutnya, UNP memerlukan perspektif dari luar institusi untuk memperoleh masukan dalam penyusunan kurikulum Pascasarjana yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan pendidikan tinggi.

“Kami ingin mendengarkan perspektif dari luar UNP terkait pengembangan kurikulum Pascasarjana. Dengan adanya berbagai perubahan regulasi, masukan dari perguruan tinggi lain menjadi penting sebagai bahan penyempurnaan kurikulum di UNP,” ujarnya.

Ia menjelaskan UNY dipilih karena memiliki pengalaman dalam pengembangan kurikulum serta implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada program pascasarjana. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi UNP dalam mempersiapkan penyelenggaraan program serupa.

“UNY telah lebih dahulu mengimplementasikan PJJ di Pascasarjana. Kami ingin belajar mengenai proses persiapan, pemenuhan sumber daya manusia, hingga pelaksanaannya agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi UNP,” katanya.

Sementara itu, Prof. Siswantoyo memaparkan berbagai strategi pengembangan kurikulum Pascasarjana yang selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi. Ia juga berbagi pengalaman UNY dalam menyusun kurikulum berbasis capaian pembelajaran, meningkatkan kualitas akademik, serta mengembangkan Program Pembelajaran Jarak Jauh sebagai salah satu inovasi layanan pendidikan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pascasarjana Universitas Negeri Padang dan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi kedua institusi dalam bidang akademik, pengembangan kurikulum, penelitian, serta peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan pascasarjana.

Turut hadir para koordinator program studi S2 dan S3, tim pengembangan kurikulum, serta sivitas akademika Sekolah Pascasarjana UNP. SDGs: SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)