humas@unp.ac.id

Bukittinggi, 8 Juli 2026 – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang aman, inklusif, dan bermartabat melalui pendampingan kepada Unit PPK Fakultas Kedokteran UNP dalam rangka persiapan akreditasi Program Studi Kedokteran Hewan. Kegiatan yang dilaksanakan di Bukittinggi pada Rabu (8/7) ini merupakan bagian dari upaya mendukung penguatan indikator perlindungan mahasiswa yang kini menjadi salah satu aspek penting dalam penjaminan mutu dan akreditasi program studi.
Pendampingan ini juga merupakan wujud nyata kontribusi Satgas PPK dalam mendukung pencapaian visi Universitas Negeri Padang, yaitu menjadi perguruan tinggi yang bermartabat dan bereputasi internasional. Perguruan tinggi yang bermartabat tidak hanya ditandai oleh keunggulan akademik, penelitian, dan inovasi, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menghormati martabat manusia, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta memberikan perlindungan kepada seluruh sivitas akademika dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Satgas PPK UNP, Dr. Fatmariza, M.Hum., memaparkan urgensi keberadaan Satgas PPK UNP dalam menjaga mutu pendidikan perguruan tinggi. Beliau menjelaskan pentingnya penguatan struktur organisasi Satgas, ketersediaan regulasi yang komprehensif, pelaksanaan sosialisasi secara berkelanjutan, serta implementasi berbagai program pencegahan dan penanganan kekerasan yang telah dijalankan di lingkungan Universitas Negeri Padang.
Menurutnya, perlindungan mahasiswa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola perguruan tinggi modern. Oleh karena itu, implementasi kebijakan yang didukung oleh regulasi, kelembagaan yang kuat, serta program yang berkesinambungan menjadi bukti komitmen institusi dalam menciptakan budaya kampus yang aman dan berkualitas.

Selanjutnya, Kepala Divisi Regulasi, Sosialisasi, dan Edukasi Satgas PPK UNP, Dr. Muhd. Al Hafizh, S.S., M.A., memberikan pendampingan teknis mengenai strategi pemenuhan instrumen akreditasi yang berkaitan dengan perlindungan mahasiswa. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan regulasi, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi, mekanisme implementasi kebijakan, serta penyusunan eviden yang diperlukan dalam proses asesmen akreditasi.
Beliau menegaskan bahwa pengisian instrumen akreditasi tidak cukup hanya menghadirkan dokumen administratif, tetapi harus didukung oleh implementasi nyata yang dapat dibuktikan melalui berbagai kegiatan, program, dokumentasi, dan budaya organisasi yang berkembang di lingkungan program studi maupun fakultas.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas strategi penyusunan dokumen, identifikasi eviden, serta praktik-praktik baik yang telah diterapkan Satgas PPK UNP. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran UNP dalam memenuhi indikator akreditasi secara lebih komprehensif sekaligus memperkuat implementasi perlindungan mahasiswa di lingkungan akademik.
Perkembangan paradigma akreditasi menunjukkan bahwa mutu pendidikan tinggi tidak lagi hanya diukur dari aspek pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Saat ini, kemampuan perguruan tinggi dalam menciptakan safe learning environment atau lingkungan belajar yang aman telah menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu. Perlindungan mahasiswa bukan lagi sekadar pelengkap dalam dokumen akreditasi, melainkan merupakan konsekuensi logis dari penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Melalui kegiatan pendampingan ini, Satgas PPK UNP berharap Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran UNP semakin siap menghadapi proses akreditasi dengan dukungan regulasi, implementasi, dan eviden yang kuat. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan perlindungan mahasiswa sebagai bagian dari budaya mutu yang berkelanjutan, sehingga semakin memperkuat langkah Universitas Negeri Padang dalam mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi yang bermartabat dan bereputasi internasional.
