humas@unp.ac.id

Beijing, China – Penguatan kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan China dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. Komitmen tersebut mengemuka dalam China-Indonesia Education Cooperation Symposium yang digelar di Beijing University of Technology (BJUT), Rabu (8/7/2026).
Pada forum internasional tersebut, Prof. Ganefri, yang hadir sebagai Tim Percepatan Kota Padang Bidang Pendidikan sekaligus Senior Eksekutif Universitas Negeri Padang (UNP), menyampaikan paparan bertajuk “Overall Education Situation of Indonesia”. Kehadiran Prof. Ganefri merupakan bagian dari delegasi yang mendampingi Wali Kota Padang dalam agenda penguatan kerja sama pendidikan melalui Program Padang Juara.
Dalam paparannya, Prof. Ganefri menegaskan bahwa pendidikan tinggi memegang peran sentral dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing global. Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki ratusan perguruan tinggi negeri dan ribuan perguruan tinggi swasta yang menyelenggarakan pendidikan pada berbagai disiplin ilmu, mulai dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor, baik pada jalur akademik maupun vokasi.
Lebih lanjut, Prof. Ganefri menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem akademik yang adaptif terhadap dinamika global. Transformasi digital dan internasionalisasi, lanjutnya, menjadi dua agenda strategis untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Di hadapan para akademisi dan pemangku kepentingan pendidikan dari kedua negara, Prof. Ganefri juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Padang atas kebijakan visioner melalui Program Unggulan Padang Juara, yang memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan ke China melalui kemitraan dengan perguruan tinggi di Kota Padang. Program tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada tahun ini.
Menurut Prof. Ganefri, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Padang dalam menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman akademik, tetapi juga memperluas jejaring internasional, memperkuat kompetensi global, serta melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Kota Padang dan Indonesia.

Ia turut mengungkapkan bahwa kunjungan Wali Kota Padang ke China juga melibatkan para rektor dan direktur perguruan tinggi di Kota Padang untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan sejumlah universitas di China. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, maupun pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Menutup paparannya, Prof. Ganefri menegaskan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan China di bidang pendidikan tinggi memiliki prospek yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Sinergi kedua negara dalam pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan teknologi diyakini mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya Kota Padang, sekaligus menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di era global.(Sar/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP)
