Digelar Dua Hari, 2nd ICEMSeD UNP Bahas Lingkungan, Pertambangan, dan Pembangunan Berkelanjutan

The 2nd International Conference on Environmental, Mining and Sustainable Development (2nd ICEMSeD) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (24/9/2026). (Foto: Dian Melsa/ Silvia/ KKPS)
The 2nd International Conference on Environmental, Mining and Sustainable Development (2nd ICEMSeD) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (24/9/2026). (Foto: Dian Melsa/ Silvia/ KKPS)

Padang – Isu perubahan iklim, energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, hingga pertambangan berkelanjutan menjadi bahasan dalam The 2nd International Conference on Environmental, Mining and Sustainable Development (2nd ICEMSeD) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (24/9/2026).

Konferensi yang digelar di Ruang Serbaguna FT UNP tersebut menghadirkan lima pembicara, yakni Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D., Assoc. Prof. Dr. Tengku Adeline Adura Tengku Hamzah, Muhammad Hafizt, Petter Hällberg, dan Dr. Ir. Mulya Gusman, S.T., M.T.

Pada sesi utama, ketiga pembicara pertama menyampaikan materi pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembicara keempat dan kelima pada siang hari. Setiap sesi juga dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.

Selain sesi utama, ICEMSeD menghadirkan sesi paralel yang mempertemukan para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Topik yang dibahas meliputi perubahan iklim, energi terbarukan, adaptasi dan mitigasi, bencana dan degradasi lingkungan, pengelolaan sampah, serta pertambangan berkelanjutan.

Pada tema perubahan iklim, penelitian yang dipresentasikan antara lain membahas karakteristik habitat Halophila nipponica di perairan tropis Johor, Malaysia, serta kondisi ekosistem lamun di Semenanjung Malaysia yang menghadapi berbagai tekanan lingkungan. Sementara pada tema energi terbarukan, penelitian membahas evaluasi sistem hibrida PV-BESS untuk pulau terpencil serta optimalisasi pembangkit energi terbarukan hibrida.

Tema adaptasi dan mitigasi juga mengangkat penelitian mengenai perubahan kondisi vegetasi padi untuk mendukung pemantauan dan mitigasi pertanian serta tekanan pariwisata, ketahanan ekologis, dan daya dukung Pulau Pasumpahan. Pada tema bencana dan degradasi lingkungan, penelitian membahas risiko kecelakaan, ketahanan wilayah terhadap banjir lahar dingin Gunung Marapi, serta dinamika penurunan muka tanah di kota-kota pesisir Sumatra.

Sementara itu, topik pertambangan berkelanjutan membahas efisiensi sumber daya dan ketahanan lingkungan pada kegiatan pertambangan dan penggalian, serta pemanfaatan kembali limbah industri pertambangan. Penelitian lainnya mengangkat pengelolaan sampah, kesehatan lingkungan, energi terbarukan, hingga teknologi pemantauan pencemaran lingkungan.

Pada hari kedua, Jumat (25/9/2026), rangkaian ICEMSeD dilanjutkan secara daring melalui sesi paralel yang membahas berbagai penelitian terkait bencana dan degradasi lingkungan, adaptasi dan mitigasi, strategi dan kebijakan lingkungan, pertambangan berkelanjutan, pengelolaan sampah, energi terbarukan, serta kesehatan lingkungan.

Pelaksanaan 2nd ICEMSeD menjadi forum pertukaran hasil penelitian dan gagasan terkait pengelolaan lingkungan, sumber daya, pertambangan, serta pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDGs 14 (Ekosistem Lautan), SDGs 15 (Ekosistem Daratan), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)