humas@unp.ac.id

Payakumbuh — Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan pembudidayaan kombucha halal bagi murid berkebutuhan khusus sebagai upaya mendorong keterampilan dan kemandirian ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 dan 17 Agustus 2026 di SLB Autis Jalinan Hati, Kota Payakumbuh.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Kamis (20/8/2026) kegiatan bertajuk “Implementasi Inkubator Bisnis Kombucha Halal sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Murid Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Kota Payakumbuh” tersebut diikuti 11 guru dari lima SLB di Kota Payakumbuh.

Tim pengabdian UNP yang diketuai Dr. Rila Muspita, M.Pd., memberikan pendampingan mengenai pengembangan kombucha sebagai produk yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha di lingkungan sekolah. Pelatihan juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai pentingnya aspek kehalalan produk.
Miftahul Khair, Ph.D. memberikan materi mengenai urgensi sertifikasi halal dan prosedur pengurusannya. Sementara itu, Harry Setiawan Putra menjelaskan manfaat sertifikat halal bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain pelatihan, kegiatan diisi dengan Focus Group Discussion (FGD). Guru bersama tim pengabdian UNP membahas peluang pengembangan kombucha di sekolah, termasuk bagaimana keterampilan tersebut dapat diberikan kepada murid berkebutuhan khusus sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dr. Rila Muspita, M.Pd. mengatakan pengembangan kombucha diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif keterampilan produktif bagi murid berkebutuhan khusus.
“Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi keterampilan kewirausahaan yang mendukung kemandirian peserta didik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UNP mendorong SLB tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan yang dapat dimanfaatkan peserta didik untuk kehidupan sehari-hari dan masa depan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Kampus Berdampak melalui penguatan kapasitas sekolah dan masyarakat. Program ini juga mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui pengembangan keterampilan dan peluang kewirausahaan bagi murid berkebutuhan khusus. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)





