Riset Tentang Pencak Silat, Hantarkan Dosen FIK UNP Raih Juara II Young Research Presenter pada Konferensi Internasional Polandia

Padang – Penelitian tentang perkembangan kemampuan fisik atlet muda pencak silat mengantarkan dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Ardo Okilanda, M.Pd., meraih juara II kategori Young Research Presenter pada konferensi internasional bidang seni bela diri dan olahraga bela diri di Rzeszów, Polandia, 14–16 Oktober 2026.

Dalam konferensi tersebut, Ardo mempresentasikan penelitian berjudul “Longitudinal Evaluation Biomotor Progress in Young Pencak Silat Athletes”. Penelitian ini membahas perkembangan kemampuan biomotor atlet muda pencak silat melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Konferensi internasional tersebut diikuti perwakilan dari 18 negara dengan 42 presenter yang memaparkan hasil penelitian di bidang seni bela diri dan olahraga bela diri. Pada kategori Young Research Presenter, Ardo menempati posisi kedua, setelah Dr. Augur dari Türkiye di posisi pertama dan Le Thi My Hanh di posisi ketiga.

Ardo yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Tes dan Pengukuran FIK UNP menjelaskan perkembangan kemampuan biomotor atlet muda menjadi salah satu aspek penting dalam pembinaan olahraga. Evaluasi secara berkala dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan kemampuan fisik atlet sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun dan memperbaiki program latihan.

Keikutsertaan dalam konferensi ini juga menjadi kesempatan bagi Ardo untuk memperkenalkan hasil penelitian tentang pencak silat Indonesia kepada komunitas akademik internasional serta bertukar pengetahuan dengan peneliti dari berbagai negara.

Capaian tersebut menambah prestasi akademik FIK UNP di tingkat internasional sekaligus memperluas kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu keolahragaan berbasis penelitian.

Prestasi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan penelitian dan pengembangan kapasitas akademik. Selain itu, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan pendekatan sport science dalam pembinaan atlet juga sejalan dengan SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong pengembangan riset dan