Jaga Vegetasi Sekitar Aliran Sungai, Tim Pengabdian UNP Latih Remaja di Tanah Datar Buat dan Sebar Bola-bola Benih

Pelatihan pembuatan seedball (bola-bola benih). (Foto: Tim Pengabdian)
Pelatihan pembuatan seedball (bola-bola benih). (Foto: Tim Pengabdian)

Tanah Datar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan pembuatan seedball kepada Remaja Masjid Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya sederhana untuk membantu menjaga vegetasi atau tumbuhan di sekitar aliran air sekaligus mengurangi risiko erosi dan longsor.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Selasa (11/8/2026), kegiatan bertajuk “Youth for Resilient Village: Penguatan Kapasitas Remaja Masjid dalam Mitigasi Bencana Berbasis Konservasi Vegetasi Riparian” ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Universitas Negeri Padang Berdampak (PPUB) yang dilaksanakan 17 Juli 2026 lalu.

Selain pelatihan membuat seedball, peserta juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga tumbuhan di sekitar sungai dan melakukan aksi penanaman pohon. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Nagari Singgalang, Winnetou, S.Kom., yang mewakili Wali Nagari Singgalang. Ia menyampaikan apresiasi kepada Departemen Biologi FMIPA UNP yang telah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, edukasi mengenai lingkungan dan mitigasi bencana penting bagi masyarakat Nagari Singgalang yang berada di wilayah rawan bencana serta menjadi zona penyangga kawasan konservasi TWA Singgalang-Tandikat.

Ketua Tim Pengabdian, Sandi Fransisco Pratama, M.Sc., mengatakan kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak peserta melakukan aksi langsung untuk menjaga lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan keterampilan sederhana yang bisa diterapkan oleh masyarakat. Generasi muda dapat ikut menjaga lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan vegetasi riparian, yaitu tumbuhan yang hidup di sekitar sungai atau aliran air. Tumbuhan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga tanah agar tidak mudah terkikis, membantu air meresap ke dalam tanah, serta menjaga kondisi lingkungan di sekitar sungai.

Pemateri, Irma Leilani Eka Putri, M.Si., menjelaskan kepada peserta bahwa keberadaan tumbuhan di sekitar aliran air perlu dijaga karena dapat membantu memperkuat tanah dan mengurangi risiko erosi.

Setelah mendapatkan materi, peserta kemudian diajak membuat seedball. Seedball merupakan bola kecil yang dibuat dari campuran tanah liat, kompos, dan benih tanaman. Cara ini menjadi salah satu metode sederhana untuk membantu menumbuhkan kembali tanaman di lahan yang terbuka atau sulit ditanami secara langsung.

Peserta mempraktikkan sendiri proses pembuatan seedball, mulai dari mencampurkan bahan, membentuknya menjadi bola-bola kecil, hingga mengetahui cara penyebarannya.

Seedball yang telah dibuat selanjutnya disebarkan di sejumlah lokasi yang menjadi prioritas konservasi di Nagari Singgalang, termasuk kawasan yang terdampak longsor. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di kawasan sekitar aliran air.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu memulihkan tutupan tanaman di kawasan yang mengalami kerusakan.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Laboratorium Biodiversitas FMIPA UNP Rijal Satria, Ph.D., Wali Jorong Gantiang Eri Putra Sulin, dosen Program Studi Biologi, Tim Kelompok Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera (KHS), serta anggota Remaja Masjid Nagari Singgalang.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai cara menjaga lingkungan sekitar, kondisi aliran air, serta langkah yang dapat dilakukan generasi muda untuk mengurangi risiko bencana.

Melalui program ini, UNP mendorong generasi muda Nagari Singgalang untuk ikut menjadi penggerak dalam menjaga lingkungan. Remaja masjid diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanaman di sekitar aliran air agar lingkungan tetap terjaga dan lebih siap menghadapi risiko bencana.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).