humas@unp.ac.id

Bandung – Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) memperkuat pengembangan ekosistem riset dan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui dua agenda akademik strategis di Bandung pada 22–24 Juli 2026. Kegiatan tersebut meliputi penandatanganan implementasi kerja sama (Implementation Agreement/IA) dengan Pusat Unggulan STEM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta partisipasi dalam Seminar dan Monitoring Evaluasi (Monev) Laporan Akhir RKI PRN Equity 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada agenda pertama, 22 Juli 2026, Kepala Departemen PGSD FIP UNP, Prof. Dr. Yanti Fitria, S.Pd., M.Pd., didampingi Prof. Dr. Syafri Ahmad, M.Pd., dan Tiok Wijanarko, M.Pd., melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan STEM Education Creativity Training and Research Center UPI. Delegasi UNP disambut Kepala Pusat Unggulan STEM UPI, Dr. Irma Rahma Suwarma, S.Si., M.Pd., Ph.D., yang memaparkan berbagai program unggulan dalam pengembangan ekosistem pembelajaran STEM, mulai dari pengembangan kurikulum, media pembelajaran, pelatihan guru dan dosen, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga jejaring kerja sama internasional dengan Korea Selatan.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis antara PGSD FIP UNP dan Pusat Unggulan STEM UPI yang ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA). Kedua institusi sepakat mengembangkan kurikulum pembelajaran STEM di Program Studi PGSD UNP, menyelenggarakan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa, mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis STEM, memperluas kolaborasi penelitian, serta mengimplementasikan media pembelajaran inovatif 4DFrame sebagai salah satu penguatan pembelajaran STEM di lingkungan PGSD UNP.
Prof. Yanti Fitria menjelaskan bahwa pengalaman Pusat Unggulan STEM UPI menjadi referensi penting bagi PGSD UNP dalam membangun ekosistem pembelajaran STEM yang berkelanjutan.

“Sebagai satu-satunya pusat unggulan STEM di Indonesia yang mengembangkan program secara berkelanjutan melalui kemitraan dengan 4DFrame Korea Selatan, model yang dikembangkan UPI menjadi acuan bagi PGSD UNP dalam membangun Pusat Riset STEM yang sesuai dengan karakteristik pendidikan dasar dan kebutuhan pembelajaran di Sumatera Barat,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan pembelajaran STEM di PGSD memperoleh dukungan penuh dari pimpinan Universitas Negeri Padang. Sejak 2025, UNP telah membentuk Laboratorium STEM PGSD yang dipimpin Dr. Yullys Helsa, M.Pd., sebagai pusat pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis STEM. Ke depan, laboratorium tersebut diproyeksikan berkembang menjadi Pusat Riset dan Inovasi Pembelajaran STEM untuk wilayah Sumatera.

Kerja sama dengan UPI juga membuka peluang bagi mahasiswa PGSD UNP mengikuti Indonesia STEM Creativity Competition (ISTEM-CC) yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional bekerja sama dengan Pusat Unggulan STEM UPI. Kompetisi tersebut menjadi ajang seleksi nasional menuju International Math and Science Creativity Competition (IMSCC) di Korea Selatan. Implementasi awal kerja sama direncanakan berlangsung pada Agustus–September 2026 melalui pengiriman mahasiswa PGSD UNP mengikuti kompetisi nasional di UPI.
Sementara itu, pada 23–24 Juli 2026, delegasi PGSD FIP UNP mengikuti Seminar dan Monitoring Evaluasi (Monev) Laporan Akhir RKI PRN Equity 2026 di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam forum tersebut, dua tim peneliti PGSD UNP yang dipimpin Prof. Dr. Yanti Fitria, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Dr. Syafri Ahmad, M.Pd., Ph.D., mempresentasikan capaian akhir penelitian kolaboratif yang didanai melalui skema RKI PRN Equity.
Adapun tema penelitian yang dipresentasikan meliputi Model EXARIS Terintegrasi Problem Based Learning (PBL): Inovasi Pembelajaran IPA untuk Penguatan Literasi Sains Mahasiswa PGSD serta Literasi Numerasi dan Sains Siswa Sekolah Dasar: Analisis Tingkat Kemampuan, Faktor Penentu, dan Peran Education for Sustainable Development. Dalam penelitian tersebut, PGSD UNP bertindak sebagai peneliti utama (host) dengan mitra Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Presentasi kedua tim memperoleh apresiasi dari para reviewer karena dinilai berhasil membangun kolaborasi riset yang inovatif dan adaptif serta menghasilkan luaran yang berpotensi diimplementasikan dalam pengembangan pembelajaran di sekolah dasar.
Dua agenda akademik tersebut menjadi bagian dari komitmen PGSD FIP UNP dalam memperkuat budaya riset sekaligus mempercepat pengembangan Pusat Inovasi Pembelajaran STEM melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki rekam jejak unggul di bidang STEM. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Ke depan, PGSD FIP UNP menargetkan menjadi Pusat Inovasi Pembelajaran STEM untuk wilayah Sumatera. Dekan FIP UNP, Prof. Dr. Afdhal, M.Pd., Kons., bersama pimpinan universitas mendukung pengembangan sarana dan prasarana Laboratorium Praktik Pembelajaran STEM secara bertahap sebagai pusat inovasi pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, konsorsium riset UNP, UNNES, dan UPI juga bersepakat memperluas kolaborasi ke tingkat internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Khon Kaen University, Thailand, dan Universiti Malaya, Malaysia, guna memperkuat daya saing riset PGSD UNP di tingkat global. (Yanti Fitria FIP UNP)
