humas@unp.ac.id

Panjang Baso, Kabupaten Agam — Festival Seni “Nagari Tabek Panjang Art Show 5” yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kebersamaan” sukses digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Pelataran Parkir Gedung Pertemuan Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga malam hari ini istimewa karena berhasil mendatangkan 46 orang wisatawan mancanegara asal Malaysia.
Kehadiran wisatawan mancanegara tersebut tidak lepas dari peran Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Intergrasi Prodi dan Nagari (PIPN) Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, UNP yang mengintegrasikan program pengabdiannya dengan pelaksanaan Festival Seni Nagari Tabek Panjangg tahun ini. Program pengabdian tersebut berjudul “Pendampingan Paket Wisata Budaya Berbasis Masyarakat dalam Upaya Menarik Wisatawan Mancanegara ke Kabupaten Agam”, yang bertujuan mengembangkan kesenian tradisional, kuliner, kerajinan, dan kearifan lokal Nagari Tabek Panjang menjadi paket wisata budaya yang menarik dan berkelanjutan.

Rangkaian acara diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan lomba budaya khas Nagari Tabek Panjang, mulai dari penampilan seni pelajar, randai, dan pawai, hingga lomba memasak samba adat, mewarnai, fashion show, tari, dan solo song tingkat SD. Turut hadir dan memberikan sambutan Koordinator Program Studi S1 Pariwisata UNP, Hendri Azwar, S.St., M.Par., Ph.D., CHE, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penguatan potensi pariwisata nagari.
Turut Hadir, Sekretaris Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si., serta Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program PIPN Program Studi S1 Pariwisata, Violintikha Harmawan, M.Pd. Keberhasilan mendatangkan puluhan wisatawan mancanegara dalam festival ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata budaya lokal ke kancah internasional. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi model pengembangan desa wisata berbasis budaya di daerah lain.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, serta SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya pelestarian seni, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Nagari Tabek Panjang.
