humas@unp.ac.id

Padang – Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Workshop Ilustrasi dan Storytelling Visual sebagai Media Trauma Healing Anak Terdampak Banjir Bandang di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto” pada 23–24 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Minggu (30/8/2026) kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan Pendekatan Multidisiplin Kemitraan Masyarakat tersebut dilaksanakan di rumah Ibu Arnida, RT 04, Jalan Kampung Apa, Lubuk Minturun, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, selaku ketua RT yang rumahnya terdampak oleh bencana.Kegiatan dibuka oleh Lurah Koto Panjang Ikua Koto, Doni MS, S.AP., serta diikuti oleh anak-anak sebagai peserta kegiatan.
Program pengabdian diketuai oleh Arif Budiman, M.Kom., dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual didampingi oleh tim dosen dari Departemen Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang.
Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada dua bentuk pendampingan yang saling melengkapi, yaitu pemulihan psikososial pascabencana dan aktivitas kreatif berbasis seni visual. Materi pertama disampaikan oleh Rifqi Arif, S.E. dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, yang memberikan pendampingan mengenai trauma healing bagi anak-anak pascabencana.
Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh pendampingan yang diarahkan untuk membangun kembali rasa aman, semangat, dan kesiapan anak dalam menjalani aktivitas setelah mengalami atau berada di lingkungan terdampak bencana. Pendekatan yang digunakan disampaikan melalui aktivitas yang komunikatif dan sesuai dengan karakteristik anak.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop seni visual bersama Yuri Christiani, M.Pd., dosen Departemen Seni Rupa UNP. Pada sesi ini, anak-anak diperkenalkan pada aktivitas menggambar dan mewarnai menggunakan media kaos. Peserta menggunakan spidol akrilik untuk mengembangkan gambar dan warna berdasarkan ide serta imajinasi masing-masing.
Penggunaan kaos sebagai media berkarya memberikan pengalaman yang berbeda dari aktivitas menggambar pada kertas. Anak-anak tidak hanya belajar mengenal warna dan mengembangkan kreativitas, tetapi juga menghasilkan karya yang bersifat personal. Setelah kegiatan selesai, kaos hasil kreasi tersebut dapat dibawa pulang oleh masing-masing peserta.
Aktivitas seni visual tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan harapan melalui gambar serta warna dalam suasana yang menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus mempertemukan aspek pemulihan psikososial dengan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual melalui pemanfaatan ilustrasi dan aktivitas kreatif sebagai media komunikasi dan ekspresi anak.
Program ini merupakan bentuk implementasi Kampus Berdampak, melalui keterlibatan langsung dosen UNP bersama pemerintah daerah, BPBD Kota Padang, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana. Kolaborasi tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pengembangan keilmuan, tetapi juga menghadirkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui perhatian terhadap pemulihan psikososial dan kesejahteraan anak, SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran kreatif berbasis seni visual, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Padang, BPBD Kota Padang, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.
