UATC 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Pimpinan dan Akademisi, Dekan FEB–Ketua LPPM UNP Raih Juara I

Padang– Semangat sportivitas dan kebersamaan mewarnai penutupan UNP Academic Tennis Eksekutif Championship (UATC) 2026) di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP). Turnamen tenis yang mempertemukan para akademisi dan pimpinan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi di lapangan, tetapi juga menjadi ruang membangun silaturahmi, kebugaran, dan jejaring kolaborasi di lingkungan perguruan tinggi.

Pasangan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNP, Prof. Perengki Susanto, S.E., M.Sc., Ph.D., dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., keluar sebagai Juara I UATC 2026 setelah menunjukkan permainan yang solid dan konsisten sepanjang turnamen.

Sementara itu, Juara II diraih pasangan Prof. Dr. Akmam, M.Si. dan Dr. Irsyad, M.Pd. Posisi Juara III bersama ditempati dua pasangan, yakni Rektor UNP, Ir. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D. berpasangan dengan Dr. Andre Igoresky, S.Pd., M.Pd., serta pasangan Rahmad dan Amrizal.

Keikutsertaan Rektor UNP menjadi bagian menarik dalam pelaksanaan UATC 2026. Tidak hanya membuka kegiatan, Krismadinata turut mengenakan perlengkapan tenis dan bertanding bersama peserta lainnya hingga berhasil meraih posisi Juara III bersama.

Keterlibatan pimpinan universitas tersebut menunjukkan bahwa UATC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang lebih cair antara pimpinan, dosen, dan akademisi. Melalui olahraga, peserta dapat membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga kebugaran di tengah aktivitas akademik dan kelembagaan.

Saat membuka UATC 2026, Rektor UNP menekankan pentingnya keseimbangan antara produktivitas akademik dengan kesehatan dan kebersamaan. Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi medium memperkuat hubungan antarsivitas akademika sekaligus membuka peluang terbangunnya jejaring dan kolaborasi dalam berbagai bidang.

Ketua Pelaksana UATC 2026, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anwar, S.Pd., M.T., mengatakan UATC sejak awal tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, membangun budaya hidup sehat, serta memperkuat sportivitas dan kebersamaan para akademisi.

“Di lapangan kita boleh berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, tetapi pada akhirnya yang ingin kita bawa pulang bukan hanya kemenangan. Ada silaturahmi, persahabatan, kebersamaan, dan komunikasi yang semakin kuat di antara akademisi,” ungkapnya.

Semangat tersebut terangkum dalam tagline UATC 2026, “Serve • Connect • Inspire”. Serve merepresentasikan semangat memberikan yang terbaik, Connect menggambarkan hubungan dan jejaring yang terbangun, sedangkan Inspire menjadi dorongan untuk menghadirkan budaya akademik yang sehat, sportif, dan kolaboratif.

UATC 2026 juga diagendakan menjadi kegiatan rutin tahunan menjelang Dies Natalis UNP. Pelaksanaan secara berkelanjutan diharapkan dapat memperluas keterlibatan sivitas akademika sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya positif di lingkungan kampus.

Dengan demikian, UATC 2026 memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar hasil pertandingan. Prestasi para peserta berjalan beriringan dengan upaya membangun budaya hidup sehat, memperkuat silaturahmi, serta menciptakan jejaring yang mendukung kolaborasi di lingkungan Universitas Negeri Padang.

Pelaksanaan UATC 2026 turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan budaya olahraga dan kebugaran sivitas akademika. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring, komunikasi, dan kolaborasi antarsivitas akademika.