humas@unp.ac.id

PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Musabaqah Qur’ani Mahasiswa Nasional (MQMN) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa (MTQM) antarfakultas di Auditorium UNP, Senin (12/10). Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-72 UNP, sekaligus wujud komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan nilai keagamaan (SDG 4).
Ketua Panitia MQMN dan MTQM Antarfakultas, Dr. Al-Ikhlas, Lc., MA, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 125 peserta dari 35 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 19 kampus dinyatakan lolos seleksi dan berlaga pada tahap final. Banyaknya perguruan tinggi yang terlibat menunjukkan terbangunnya jejaring antarkampus yang semakin luas, selaras dengan semangat kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (SDG 17).
Menurut Al-Ikhlas, penyelenggaraan tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dibagi dalam dua versi, yakni tingkat nasional (MQMN) dan internal antarfakultas (MTQM). Pada MQMN, cabang yang dilombakan mencakup tilawah, qira’at, tartil, dan kaligrafi kontemporer. Peserta mengirimkan karya dan mengikuti seleksi secara daring, sehingga mahasiswa dari berbagai daerah dapat berpartisipasi tanpa terkendala jarak (SDG 10). Tahun ini panitia juga menambahkan cabang baru, yaitu Arabic and English Speech, yang mendorong mahasiswa mengasah kemampuan komunikasi dalam bahasa asing (SDG 4).
Sambutan Rektor UNP yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, M.Litt., menegaskan tujuan MTQM, yaitu menjaring bibit-bibit unggul yang kelak dilatih dan ditingkatkan kemampuannya untuk berlaga di tingkat nasional. Pembinaan berkelanjutan ini diharapkan melahirkan generasi mahasiswa yang berprestasi sekaligus berintegritas (SDG 4 & SDG 16).
Ia menambahkan, penyelenggaraan MQMN menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan kampus masih mendapat tempat di hati sivitas akademika. Hal ini penting karena sejumlah aktivitas rutin belakangan mengalami penurunan tingkat partisipasi. “Kepada para peserta, tujuan utama kegiatan ini sesungguhnya adalah bersilaturahmi,” ujarnya. Semangat silaturahmi tersebut memperkuat kohesi sosial dan suasana kampus yang inklusif serta damai (SDG 16 dan SDG 3).
Acara pembukaan dihadiri Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, serta Kepala Kantor Keprotokoleran UNP.
Pemenang dari setiap cabang akan dipersiapkan untuk mewakili UNP pada tingkat nasional tahun depan. Langkah ini sejalan dengan upaya UNP meningkatkan reputasi dan prestasi kelembagaan menuju perguruan tinggi berkelas dunia melalui penguatan kualitas kemahasiswaan (SDG 4 dan SDG 17).
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah dewan hakim oleh Rektor UNP yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni. Prosesi ini menjadi landasan agar seluruh penilaian berlangsung objektif, adil, dan akuntabel (SDG 16).
(ab/KKPS)

