UNP Hadirkan Inovasi Terapi VR bagi Perempuan Tuli Penyintas Kekerasan Seksual

Praktik model Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berbasis Virtual Reality (BiVR). (Foto: Tim Riset)
Praktik model Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berbasis Virtual Reality (BiVR). (Foto: Tim Riset)

Padang — Tim peneliti Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengembangkan model Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berbasis Virtual Reality (BiVR) bagi perempuan Tuli penyintas kekerasan seksual, Sabtu (15/8/2026).

Penelitian yang diketuai Prof. Dr. Marlina, M.Si., bersama Prof. Dr. Yeni Karneli, M.Pd., Kons., Wiki Lofandri, M.Kom., dan Syari Yuliana, M.Pd., ini merupakan bagian dari penelitian tahun kedua pada skema Penelitian Fundamental yang didanai Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan.

FGD digelar untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak sebelum model dikembangkan menjadi prototipe. Peserta berasal dari bidang pendidikan disabilitas rungu, teknologi adaptif, psikologi, pendidikan khusus, organisasi perempuan penyandang disabilitas, komunitas Tuli, serta dua perempuan Tuli yang memberikan pengalaman langsung sebagai penyintas.

Tim peneliti menilai perempuan Tuli menghadapi hambatan dalam memperoleh layanan pemulihan psikologis setelah mengalami kekerasan seksual. Hambatan tersebut antara lain keterbatasan komunikasi, kurangnya tenaga profesional yang menguasai bahasa isyarat, serta stigma sebagai perempuan dan penyandang disabilitas.

Melalui REBT yang dipadukan dengan teknologi Virtual Reality, penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan media intervensi yang lebih mudah diakses secara visual dan sesuai dengan kebutuhan pengguna Tuli.

Dalam FGD, peserta memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan model. Salah satunya adalah penerapan pendekatan yang memperhatikan kondisi trauma agar simulasi tidak menimbulkan trauma kembali. Peserta juga menekankan pentingnya melibatkan penyintas dan komunitas Tuli dalam proses perancangan serta menyesuaikan tampilan visual dan alur interaksi dengan karakteristik pengguna Tuli.

Prof. Dr. Marlina, M.Si. dan tim peneliti selanjutnya akan menggunakan hasil FGD sebagai dasar penyempurnaan model sebelum masuk ke tahap pengembangan prototipe dan uji coba terbatas.

Penelitian ini menjadi bagian dari komitmen UNP Berdampak dalam menghasilkan riset yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pengembangan akses layanan pemulihan psikologis yang lebih inklusif bagi perempuan Tuli penyintas kekerasan seksual.