UNP Latih 70 Guru Agam Perkuat Kesiapsiagaan Sekolah Hadapi Bencana

Foto: Tim Pengabdian
Foto: Tim Pengabdian

Agam — Universitas Negeri Padang (UNP) bersama STKIP YDB Lubuk Alung memperkuat kemampuan guru dalam membangun sekolah yang tanggap bencana melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Agam.

Program bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak Kabupaten Agam Menuju Sekolah Tanggap Bencana melalui Pengembangan Perangkat Pembelajaran dan Sistem Manajemen Berbasis Kearifan Lokal” ini dilaksanakan secara bertahap pada Mei hingga November 2026. SD Negeri 01 Sungai Jariang ditetapkan sebagai sekolah inti kegiatan.

Sebanyak 70 peserta dari Kelompok Belajar (Kombel) Merak Kabupaten Agam mengikuti pelatihan dan pendampingan. Kegiatan difokuskan pada penguatan kemampuan guru mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam pembelajaran serta menyusun sistem manajemen kebencanaan di sekolah.

Ketua Tim PKM, Dr. Leni Zahara, M.P., mengatakan kegiatan dirancang agar guru tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perangkat yang dapat digunakan sekolah secara berkelanjutan.

“Kami berharap perangkat pembelajaran dan sistem manajemen kebencanaan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bagi sekolah dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana berbasis kearifan lokal,” ujar Leni.

Pengembangan pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan kearifan lokal dan kondisi lingkungan sekitar. Pendekatan ini membuat materi kebencanaan lebih dekat dengan kehidupan peserta didik dan potensi bencana yang ada di daerah mereka.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, antara lain Robi Rahman, M.Pd. dan Riyan Fernandes, S.Pd., M.Pd.T. dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Barat serta Dr. Ary Kiswanto Kenedi, M.Pd. dari Universitas Samudra. Dosen tim PKM juga terlibat dalam pelatihan dan pendampingan.

Ketua Kelompok Belajar Merak Kabupaten Agam, Roby Arjuna, S.Pd., mengatakan pendampingan membantu guru menyusun pembelajaran kebencanaan yang lebih kontekstual.

“Pendampingan yang diberikan sangat membantu guru menyusun perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapsiagaan sekolah. Kearifan lokal menjadi kekuatan utama sehingga pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan peserta didik,” katanya.

Ketua Gugus 1 Sungai Jariang, Sofiah, S.Pd., menilai program tersebut membantu sekolah memiliki sistem kesiapsiagaan yang lebih terarah.

“Melalui program ini sekolah tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi menyusun sistem manajemen kebencanaan yang terstruktur,” ujarnya.

Tim PKM diketuai Dr. Leni Zahara, M.P., dengan anggota Drs. Arwin, S.Pd., M.Pd. dan Bunga Febrimora Hendri, M.Pd. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi PGSD, Nurul Husna Zakiyah dan Azizah Gusdelia.

Kolaborasi UNP, STKIP YDB Lubuk Alung, Universitas Samudra, BGTK Sumatera Barat, Kelompok Belajar Merak, dan sekolah mitra diharapkan menghasilkan praktik baik yang dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah lain di Kabupaten Agam.

Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.

Narasi SDGs: Kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui penguatan kompetensi guru dan pembelajaran kebencanaan, serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya membangun sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.