Dosen FPP UNP Perkuat Inovasi Wastra Berkelanjutan melalui Pendampingan Natural Dyes di Sumatera Utara

Simalungun – Dosen Program Studi Tata Busana, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP), Samuel Martin Pradana, M.Tr.T., menjadi instruktur dalam Program Pelatihan dan Pendampingan Teknis Pengembangan Natural Dyes, Natural Fibers, Colour Development, dan Sustainable Dyeing yang diselenggarakan Yayasan Rumah Komunitas Wastra (Jabu Bonang), 27 Juli–2 Agustus 2026, di Jabu Bonang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengrajin wastra melalui penguatan pengetahuan tekstil, pengembangan warna alami, peningkatan ketahanan warna (colour fastness), pemanfaatan serat alam, serta penerapan proses pewarnaan yang lebih berkelanjutan.

Dalam pendampingan tersebut, Samuel Martin Pradana tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membimbing peserta melalui praktik langsung, evaluasi metode pewarnaan yang telah diterapkan, eksperimen pengembangan warna, hingga penyusunan rekomendasi teknis yang dapat diimplementasikan pada proses produksi wastra.

Program diawali dengan penguatan dasar-dasar tekstil yang meliputi karakteristik serat alam, benang, mekanisme penyerapan warna, faktor yang memengaruhi kualitas hasil pewarnaan, serta prinsip penggunaan pewarna alami. Selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap metode dan material bank warna milik Jabu Bonang, khususnya pada sepuluh warna prioritas, guna meningkatkan kualitas, konsistensi, dan kemudahan reproduksi hasil pewarnaan.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah peningkatan ketahanan warna melalui optimalisasi proses ekstraksi bahan pewarna, pemilihan dan penggunaan mordant, proses pencelupan, fiksasi, hingga after-treatment. Peserta juga memperoleh pendampingan dalam pemanfaatan berbagai jenis benang serat alam pada produk tenun sesuai karakteristik masing-masing material sehingga menghasilkan produk dengan kualitas warna yang lebih baik dan stabil.

Selain aspek teknis, kegiatan turut memperkenalkan konsep sustainable dyeing melalui pengelolaan limbah pewarna alami dengan pendekatan reduce, reuse, dan recycle. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan, mengurangi limbah produksi, serta mendorong praktik pewarnaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sebagai hasil kegiatan, tim Jabu Bonang berhasil memperoleh penguatan kompetensi dalam pengembangan warna alami, peningkatan colour fastness, penerapan serat alam pada produk tenun, serta penyusunan dokumentasi eksperimen, formula warna prioritas, dan rekomendasi teknis yang menjadi dasar standardisasi proses produksi wastra ke depan. Pendampingan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan produk wastra yang lebih berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang tekstil dan pewarnaan alami, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure/Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi produk wastra berbasis riset dan standardisasi proses produksi, SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan sustainable dyeing serta pengelolaan limbah dengan pendekatan reduce, reuse, dan recycle, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Padang dengan Yayasan Rumah Komunitas Wastra (Jabu Bonang) dalam penguatan inovasi dan pemberdayaan komunitas wastra. (SM/Sar KKPS UNP)