humas@unp.ac.id

Padang – Upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian Harimau Sumatera terus dilakukan Kelompok Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera (KHS) Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Padang (UNP) melalui serangkaian kegiatan edukasi dan kampanye konservasi dalam rangka memperingati Global Tiger Day 2026.
Berdasarkan keterang tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Rabu (5/8/2026) Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi kepada siswa SMAN 1 Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dan mahasiswa Departemen Biologi FMIPA UNP.
KHS UNP juga berkolaborasi dengan Yayasan SINTAS Indonesia mengunjungi sejumlah nagari di Sumatera Barat yang pernah mengalami interaksi antara manusia dan Harimau Sumatera. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konservasi satwa liar serta langkah mitigasi untuk mencegah konflik antara manusia dan harimau.
Puncak peringatan Global Tiger Day 2026 digelar pada 29 Juli 2026 di kawasan Car Free Day (CFD), Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Yayasan SINTAS Indonesia, WWF Indonesia, Forum Harimau Kita, Centre for Orangutan Protection (COP), Tiger Heart Padang, dengan dukungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat.

Mengusung tema “Menghubungkan Ruang, Melindungi Masa Depan”, kegiatan diisi dengan pawai kampanye konservasi, permainan edukatif, lomba mewarnai anak, face painting bertema satwa liar, pameran edukasi konservasi, pembagian bibit tanaman, serta penyampaian informasi mengenai pentingnya menjaga habitat Harimau Sumatera.
Harimau Sumatera merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih bertahan di Indonesia dan hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Satwa yang berstatus kritis (critically endangered) ini menghadapi berbagai ancaman, seperti alih fungsi hutan, perburuan, perdagangan ilegal, dan semakin sempitnya kawasan jelajah.

Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono, S.P., M.Si., yang membuka kegiatan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian alam dan segera melaporkan apabila menemukan potensi interaksi antara manusia dan harimau. Menurutnya, laporan yang cepat akan memudahkan petugas melakukan mitigasi sehingga konflik dapat dicegah sejak dini.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Padang. Anak-anak, pelajar, keluarga, akademisi, hingga pegiat lingkungan mengikuti berbagai aktivitas yang diselenggarakan. Masyarakat juga berpartisipasi dengan menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian Harimau Sumatera beserta habitatnya.

Melalui kegiatan tersebut, KHS UNP berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya konservasi satwa liar dan ikut berperan menjaga kelestarian lingkungan. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti menyebarkan informasi yang benar tentang konservasi, mendukung program pelestarian, serta menjaga hutan sebagai habitat satwa liar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi UNP dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 dan IKU 5. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
