humas@unp.ac.id

Padang– Abdul Habib Arrasyidi Desky, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Negeri Padang (UNP), mendapat kehormatan untuk diundang dan mengikuti kegiatan internasional 2026 Engineering Capacity-Building Program (Intelligent Manufacturing) yang diselenggarakan di Nanchang, Provinsi Jiangxi, China, pada 25–30 Oktober 2026.
Program internasional ini mengangkat tema “Gather Craftsmen in Jiangxi, Connect the Future with Intelligence”, dengan fokus pada pengembangan kapasitas dan kompetensi insinyur di bidang manufaktur cerdas (Intelligent Manufacturing). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Chinese Society of Engineers (CSE) bersama Jiangxi Association for Science and Technology serta Jiangxi Engineer Association (JXEA).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para insinyur, akademisi, dosen, peneliti, dan peserta internasional dari berbagai negara. Program ini dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan kompetensi dalam menghadapi transformasi industri berbasis teknologi cerdas.
Selama mengikuti program, Abdul Habib memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan teknologi manufaktur cerdas, sistem otomasi industri, integrasi teknologi digital, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam lingkungan industri. Selain kegiatan pembelajaran, peserta juga mendapatkan pengalaman melalui kunjungan industri untuk melihat secara langsung penerapan teknologi otomasi dan sistem produksi berbasis Industri 4.0.

Keikutsertaan Abdul Habib dalam program internasional ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas wawasan akademik dan profesional, khususnya dalam pengembangan teknologi pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Pengalaman tersebut juga sejalan dengan bidang kajian doktoralnya dalam Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, terutama pada pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, Internet of Things, dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Dalam perjalanan studi doktoralnya, Abdul Habib mendapatkan bimbingan akademik dari Promotor I, Prof. Dr. Elida, M.Pd., dan Promotor II, Dr. Taali, M.T. Bimbingan dan arahan dari kedua promotor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik, penelitian, serta wawasan keilmuan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan pendidikan vokasi.
Abdul Habib Arrasyidi Desky menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti program ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, tidak hanya dalam memperoleh pengetahuan dan wawasan teknologi terkini, tetapi juga dalam membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Padang, para promotor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kesempatan sehingga dapat mengikuti program internasional tersebut. Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di China dapat diimplementasikan dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi mahasiswa, serta keterkaitan antara perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri.

Partisipasi mahasiswa Program Doktor Universitas Negeri Padang dalam kegiatan internasional ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan transformasi industri.
Melalui pengalaman internasional, diharapkan lahir gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan teknologi dan kejuruan di Indonesia.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), melalui penguatan pengetahuan dan penerapan teknologi manufaktur cerdas, otomasi, serta Internet of Things (IoT); dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan jejaring akademik dan kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi. Partisipasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global serta mendukung transformasi industri berkelanjutan di Indonesia.
