Ilmu Komunikasi UNP Gandeng Lembaga Penyiaran, Media Massa hingga Pemerintah Evaluasi Kurikulum di Round Table Discussion

Padang – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Round Table Discussion (RTD) bersama 13 stakeholders untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri komunikasi. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (27/10/2026) di Aula Gedung Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis (KKPS), Senin (2/11/2026) 13 stakeholders yang hadir berasal dari berbagai bidang, di antaranya media massa, lembaga penyiaran, instansi pemerintah, organisasi profesi, dan lembaga bantuan hukum.

Mereka terdiri atas ASPIKOM Sumatera Barat, PT Klikpositif Media Siber, Classy FM, LBH Padang, Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, LPP RRI Padang, InJourney Airports (Bandara Internasional Minangkabau), Padang TV, Tribun Padang, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, PT Infosumbar Media Kreasi, Komisi Penyiaran Indonesia Sumatera Barat, dan Diskominfo Kota Padang.

Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, S.H., M.Hum., MAPA., Ph.D., mengapresiasi keterlibatan para stakeholders dalam memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum. Ia berharap diskusi tersebut menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi.

“Semoga diskusi yang dilakukan ini dapat menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi ke depannya,” ujarnya.

Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, AB Sarca Putera, S.I.Kom., M.A., menyampaikan bahwa masukan dari praktisi dan pengguna lulusan penting untuk memastikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Ia juga mengapresiasi berbagai instansi yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk mengikuti program magang.

Dalam diskusi, perwakilan PT Klikpositif Media Siber, Andika D. Khangen, menilai kemampuan multitasking mahasiswa selama menjalani magang tiga bulan sudah cukup baik. Namun, mahasiswa masih perlu memperkuat kemampuan teknis dan keterampilan membaca isu agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.

Sementara itu, perwakilan Tribun Padang, Afrizal, menyoroti masih kurangnya inisiatif mahasiswa dalam menerima tantangan dan mengerjakan proyek baru. Menurutnya, mahasiswa perlu lebih berani mengambil kesempatan dan terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan.

Hal serupa disampaikan Henry Utama Putra, S.E., dari LPP RRI Padang. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa perlu mengembangkan sejumlah keterampilan, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah (problem solving), literasi digital, dan berpikir kreatif (creative thinking).

Sebagai tindak lanjut diskusi, Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra, M.I.Kom., dan Sri Oktika Amran, S.I.Kom., M.Si., menyampaikan rangkuman masukan stakeholders. Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi kurikulum antara lain penguatan mata kuliah Riset Media dan Riset Khalayak serta peningkatan keterampilan desain visual mahasiswa.

Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Program Studi Ilmu Komunikasi UNP dalam mengembangkan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri komunikasi dan dunia kerja.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja serta penguatan kompetensi mahasiswa. Keterlibatan perguruan tinggi, dunia industri, dan berbagai lembaga juga sejalan dengan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.