humas@unp.ac.id

Padang – Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Yulkifli, S.Pd., M.Si., berhasil meraih penghargaan Best Presenter pada Session V di ajang 10th International Conference on Imaging, Signal Processing and Communications (ICISPC 2026) yang berlangsung di Kobe, Jepang, pada 11–13 Juli 2026, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Session Chair pada Session III.
Dalam konferensi yang prosidingnya diterbitkan dan terindeks EI Compendex serta Scopus tersebut, Prof. Yulkifli mempresentasikan makalah berjudul “IoT-Enabled Automated Nutrient Dosing for Hydroponic Using RS485 NPK and TDS Sensors”, yang mengangkat hasil penelitian mengenai otomatisasi nutrisi hidroponik berbasis teknologi sensor dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengembangan smart farming.
Yulkifli melalui keterang tertulid yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Kamis (23/7/2026) mengatakan, keikutsertaannya dalam ICISPC 2026 merupakan wujud tanggung jawab akademik dosen dalam meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung agenda Universitas Negeri Padang menuju World Class University (WCU) melalui peningkatan rekognisi internasional.
“Keikutsertaan dosen dalam seminar internasional merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi akademik di tingkat global. Selain mendiseminasikan hasil penelitian, kegiatan ini juga mendukung peningkatan rekognisi internasional UNP dan pemenuhan indikator menuju World Class University,” ujarnya.

Penelitian yang dipresentasikan sejalan dengan tema ICISPC 2026 yang berfokus pada perkembangan teknologi sensor, imaging, signal processing, serta penerapan smart farming berbasis IoT dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Melalui forum tersebut, peserta dari berbagai negara berbagi perkembangan terbaru di bidang precision agriculture, robotic harvesting, dan data-driven farming.
Menurut Yulkifli, konferensi internasional tidak hanya menjadi wadah untuk mempresentasikan hasil riset, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan para peneliti dunia.
“Melalui forum ini saya memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan dengan para peneliti dari berbagai negara sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset. Pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan penelitian di lingkungan UNP, khususnya di bidang teknologi sensor dan smart farming,” katanya.

Ia mengungkapkan, salah satu tindak lanjut dari keikutsertaannya dalam ICISPC 2026 adalah penjajakan kerja sama penelitian dengan Universiti Malaysia Terengganu, yang diharapkan berkembang menjadi kolaborasi riset dan publikasi ilmiah internasional pada masa mendatang.
Lebih lanjut, Yulkifli menjelaskan bahwa keikutsertaan sebagai presenter, penghargaan Best Presenter, serta kepercayaan sebagai Session Chair memberikan kontribusi terhadap peningkatan rekognisi internasional dosen dan institusi. Capaian tersebut juga mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 2, IKU 5, dan IKU 7, sekaligus memperkuat reputasi akademik Universitas Negeri Padang menuju World Class University.
Keikutsertaan Prof. Dr. Yulkifli, S.Pd., M.Si. dalam ICISPC 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan tinggi dan kolaborasi riset internasional, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi teknologi sensor, IoT, dan kecerdasan buatan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)
