humas@unp.ac.id

Padang — Permainan tradisional seperti egrang batok kelapa, pacu upiah, congklak, hingga pacu ban kembali hadir di tengah masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan tersebut mengusung model “Teras Bermain” berbasis permainan tradisional untuk memperkuat kompetensi mahasiswa Pendidikan Olahraga sekaligus melestarikan budaya lokal.
Program bertajuk “Bugar Jiwaku, Lestari Budayaku: Implementasi Model Teras Bermain Berbasis Permainan Tradisional dalam Penguatan Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Padang” dilaksanakan selama dua hari, 1–2 Agustus 2026.

Kegiatan diketuai oleh Mardepi Saputra, M.Pd., dengan anggota Dr. Alim Harun Pamungkas, S.Pd., M.P. dan Samuel Martin Perdana, M.Tr.Td. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Berdasarkan keterangan tertulis oleh Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis (KKPS UNP), pada hari pertama, kegiatan diisi dengan workshop yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai II Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP. Mahasiswa mendapatkan materi mengenai konsep, nilai budaya, manfaat, serta strategi implementasi permainan rakyat dan olahraga tradisional dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani.
Materi workshop kemudian dipraktikkan mahasiswa pada hari kedua melalui Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional yang digelar di Lapangan Utama Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Festival tersebut menghadirkan beragam permainan tradisional, di antaranya Tangkelek, Yeye, Egrang Batok Kelapa, Yoyo, Pacu Upiah, Congklak, Sitapak, Pacah Piriang, Gasiang, Pacu Ban, Kuciang-Kuciangan, Cakbur, dan Gundu/Kelereng. Beragam permainan tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat yang hadir.
Ketua Tim Pengabdian, Mardepi Saputra, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam merancang sekaligus melaksanakan pembelajaran berbasis budaya di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus upaya pelestarian budaya,” ujarnya.
Menurutnya, model “Teras Bermain” menjadi salah satu pendekatan yang dapat mempertemukan aspek pendidikan, aktivitas fisik, dan pelestarian budaya dalam satu kegiatan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga terlibat dalam mengelola dan mengimplementasikan permainan tradisional kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, UNP terus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus masyarakat. Selain meningkatkan kompetensi calon pendidik olahraga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi mahasiswa dan inovasi pembelajaran, SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui aktivitas olahraga dan permainan tradisional, serta SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya pelestarian budaya dan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat. (Tim Pengabdian)
