humas@unp.ac.id

Tua Pejat — Universitas Negeri Padang (UNP) turut mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam melestarikan budaya daerah melalui pendidikan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dosen UNP sebagai narasumber pada Workshop Penyusunan Silabus Muatan Lokal Pendidikan Dasar Budaya Mentawai (BUMEN) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, 13–15 Agustus 2026 di Tuapeijat, Sipora Utara.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti guru SD se-Kabupaten Kepulauan Mentawai, pelaku seni budaya, dan komunitas budaya. Kegiatan bertujuan menghasilkan silabus BUMEN yang terstruktur dan sesuai dengan kurikulum pendidikan dasar.
Dosen Departemen Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Dr. Firnando Sabetra, M.Pd., hadir sebagai narasumber dengan materi “Merawat Identitas dan Menanam Karakter”. Materi tersebut menekankan pentingnya pendidikan budaya dalam membangun karakter sekaligus menjaga identitas masyarakat Mentawai.
Selain Firnando, workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya arkeolog lulusan Leiden University Dr. Juniator Tulius, MA; Fasilitator Kurikulum Merdeka Fransiska Eka Trilestari, S.Pd.; Mardoni, S.Sos., M.Sos. dari Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat; praktisi budaya Yosef Sagari; dan Yayasan Citra Mandiri (YCM) Tarida Hernawati Elisabeth S.
Pada hari kedua dan ketiga, peserta menyusun silabus secara berkelompok dan pleno untuk Fase A, Fase B, dan Fase C. Penyusunan dilakukan dengan pendampingan para narasumber dan tim kerja.
Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, S.E., saat membuka kegiatan mengatakan pembelajaran BUMEN harus disusun berdasarkan kesepakatan dan kebutuhan daerah. Program tersebut menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., saat menutup kegiatan menegaskan bahwa BUMEN menjadi fokus pemerintah daerah untuk diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, SMP hingga SMA.
Melalui penyusunan silabus ini, pemerintah daerah berharap budaya Mentawai dapat terus dikenalkan, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan formal maupun informal. Pemanfaatan teknologi dan informasi juga diharapkan dapat memperkuat pembelajaran budaya Mentawai di sekolah.
Keterlibatan UNP dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan pendidikan berbasis budaya lokal dan pelestarian identitas daerah melalui pembelajaran di sekolah.
Keterlibatan UNP dalam kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui penguatan pembelajaran berbasis budaya lokal serta peningkatan kapasitas guru dalam menyusun pembelajaran yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.





