Mahasiswa UNP Gelar Riset Padukan Kearifan Lokal dan GIS, Ukur Cadangan Karbon hingga Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Pengukuran diameter dan tinggi pohon, identifikasi jenis vegetasi, serta pencatatan titik koordinat menggunakan GPS oleh Mahasiswa Tim Riset dan Pemerintah Nagari. (Foto: Tim Riset)
Pengukuran diameter dan tinggi pohon, identifikasi jenis vegetasi, serta pencatatan titik koordinat menggunakan GPS oleh Mahasiswa Tim Riset dan Pemerintah Nagari. (Foto: Tim Riset)

Sijunjung – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelesaikan penelitian tentang pengelolaan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Penelitian tersebut memadukan kearifan lokal masyarakat dengan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk mengestimasi cadangan karbon hutan.

Penelitian berjudul “Penguatan Perhutanan Sosial Melalui Pendekatan Sosial Ekologis untuk Mendukung Estimasi Cadangan Karbon Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS)” ini dilakukan untuk melihat kondisi sosial dan ekologis kawasan sekaligus menghasilkan rekomendasi pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

 

Dalam pelaksanaannya, tim berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur dan menggali informasi dari berbagai pihak, mulai dari Wali Nagari, Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN), Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Yayasan KKI Warsi, Dinas Kehutanan, tokoh adat, hingga masyarakat.

Tim juga menyebarkan kuesioner untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan perhutanan sosial. Sementara itu, data ekologis diperoleh melalui pengukuran vegetasi pada sejumlah plot penelitian.

Pengukuran meliputi diameter dan tinggi pohon, identifikasi jenis vegetasi, serta pencatatan titik koordinat menggunakan GPS. Data tersebut kemudian diolah menggunakan GIS untuk melihat kondisi tutupan lahan dan menghitung estimasi cadangan karbon kawasan.

Ketua Tim PKM-RSH UNP, Fhazle Maulla Haqani, mengatakan penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pengelolaan hutan di tingkat nagari. “Kami ingin penelitian ini tidak berhenti sebagai laporan ilmiah saja. Hasil yang kami peroleh diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperkuat pengelolaan perhutanan sosial melalui pendekatan sosial, ekologis, dan pemanfaatan GIS,” ujarnya pada keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Rabu (19/8/2026).

Menurut Fhazle, dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penelitian hingga seluruh proses pengambilan data selesai.

Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri, A.Md. NL.P., mengapresiasi kegiatan penelitian yang dilakukan mahasiswa UNP. Menurutnya, tim tidak hanya mengambil data, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan memahami kondisi pengelolaan hutan di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa yang telah datang, berinteraksi dengan masyarakat, memahami kondisi lapangan, dan mencoba menawarkan solusi berdasarkan hasil penelitian,” katanya.

Dari penelitian tersebut, tim menghasilkan rekomendasi yang mencakup penguatan kelembagaan masyarakat, perlindungan kawasan hutan, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi fungsi ekologis hutan sebagai penyimpan karbon.

Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Tim PKM-RSH UNP terdiri atas Fhazle Maulla Haqani sebagai ketua, Arif Rahman Putra, Alfirdausy Mayang Lovani, dan Kadariah Sakti, dengan dosen pembimbing Dr. Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd.

Melalui penelitian ini, UNP mendorong riset mahasiswa yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan riset ini mendukung SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui estimasi cadangan karbon dan penguatan pengelolaan hutan, serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya menjaga kelestarian hutan berbasis kearifan lokal dan teknologi GIS. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)