humas@unp.ac.id

Sawahlunto— Guru Taman Kanak-kanak (TK) se-Kota Sawahlunto mengikuti pelatihan penyusunan modul pembelajaran berbasis deep learning melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan yang diselenggarakan oleh tim pengabdian Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) Program Studi S1 PG PAUD PSDKU Kampus Sawahlunto Universitas Negeri Padang (UNP) berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Kampus PSDKU UNP Kota Sawahlunto, dan didanai penuh oleh Universitas Negeri Padang sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pemerataan mutu pendidikan di daerah.
Kegiatan ini diketuai oleh Tisna Syafnita, M.Pd, bersama tujuh dosen dari Departemen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) UNP, yaitu Mutia Afnida,M.Pd, Harlina Ramelan, M.Pd, Amalia Husna, M.Pd, Riskha Hanifa Nasution, M.Pd, Imam Muthie, M.Pd Elvira Khori Ulni, M.Pd, dan Wulan Rahmadia Novera, M.Pd serta didukung oleh 13 mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD PSDKU Kota Sawahlunto sebagai panitia sekaligus pendamping teknis peserta.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Dr. Asril, M.Pd, yang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tim pengabdian UNP dan menegaskan relevansi pelatihan ini dengan kebutuhan guru di era transformasi digital pendidikan. Rangkaian pembukaan juga diisi dengan penandatanganan dokumen Implementing Agreement (IA) antara Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, dan Ketua Tim Pengabdian, sebagai penanda resmi kerja sama lintas lembaga yang berkelanjutan.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 guru TK yang berasal dari empat kecamatan di Kota Sawahlunto. Materi pertama mengenai konsep deep learning dalam pendidikan anak usia dini disampaikan oleh Koordinator Program Studi S1 PG PAUD PSDKU UNP Kampus Sawahlunto, Dr. Syahrul Ismet, S.Ag, M.Pd, dilanjutkan dengan materi kedua oleh Harlina Ramelan, M.Pd, yang membahas teknik penyusunan modul pembelajaran PAUD berbasis deep learning beserta komponen-komponen penting yang wajib dimuat di dalamnya.

Peserta selanjutnya mengikuti sesi praktik langsung yang dipandu oleh Riskha Hanifa Nasution, M.Pd, dengan memanfaatkan aplikasi Claude AI untuk menyusun modul pembelajaran menggunakan prompt yang telah disiapkan panitia dan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Setelah modul selesai, peserta dibimbing memanfaatkan ChatGPT untuk menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan modul yang telah dihasilkan.
Hingga pelatihan berakhir, seluruh peserta berhasil menyelesaikan modul pembelajaran beserta LKPD yang siap diterapkan langsung di satuan TK masing-masing, dan akan disosialisasikan lebih lanjut melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) di wilayah masing-masing. Para peserta menyampaikan apresiasi karena pelatihan tidak hanya memberi bekal teori, tetapi juga menghasilkan produk pembelajaran yang langsung dapat digunakan.
Melalui kegiatan Program Integrasi Prodi dan Nagari ini, Universitas Negeri Padang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kota Sawahlunto, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dan tepat guna. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan UNP terhadap SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi pendidik anak usia dini, serta SDGs poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas lembaga antara UNP, Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, dan satuan pendidikan TK, sejalan dengan implementasi Kampus Berdampak UNP dalam menghadirkan solusi pendidikan yang berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
