UNP Gelar Workshop Penyusunan RPS dengan Pendekatan OBE dan Tranformative Learning

Workshop Penyusunan RPS dengan Pendekatan OBE dan Tranformative Learning
Workshop Penyusunan RPS dengan Pendekatan OBE dan Tranformative Learning

Padang – Universitas Negeri Padang melaksanakan rangkaian Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester/RPS dengan Pendekatan Outcome_Based Education/OBE dan Transformative Learning bagi dosen tahun 2026 yang bekerja sama dengan fakultas dan program studi di lingkungan UNP.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan bagian dari program pengimbasan setelah dua orang dosen UNP mengikuti Training of Trainer/ToT Pembelajaran Transformatif yang diselenggarakan oleh Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif/SSPT, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kemdiktisaintek. Dalam kegiatan yang berlangsung tanggal 18 Agustus 2026, peserta adalah dosen dari Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni sebanyak 40 orang peserta.

Bertindak sebagai Narasumber adalah Dr. Nofrion, M. Pd yang sehari-hari adalah Kepala Sub Direktorat Inovasi Pembelajaran, PJJ dan RPL. Direktorat Akademik, UNP. Dalam paparannya, Nofrion menjelaskan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi bergerak dari “pengetahuan tentang” menuju “kemampuan untuk”. Capaian pembelajaran bukan lagi sekumpulan pengetahuan semata tapi berupa kompetensi yang terukur dan spesifik (ability to do something well). Pembelajaran di kelas harus mengurangi kegiatan yang bersifat “spoon feeding learning” atau ceramah (sage on the stage).

“Mahasiswa harus lebih banyak terlibat aktif dan sebagai subjek pembelajaran dan dosen menempatkan diri lebih banyak sebagai fasilitator atau aktivator pembelajaran dan hadir di samping mahasiswa yang sedang berproses (guide on the side). Alur pembelajaranpun dirancang lebih menantang dengan menghadirkan pemantik berpikir atau trigger yang mengguncang asumsi lama mahasiswa. Dengan adanya trigger akan memicu mahasiswa untuk melakukan refleksi kritis terhadap apa yang telah diketahuinya dan memilih aksi yang tepat untuk mencari solusi,” paparnya.

Pada akhirnya, lanjut Nofrion, terbangun pengetahuan baru hasil proses integrasi. Penerapan pendekatan OBE dan Pembelajaran Transformatif akan memberi pengalaman belajar yang lebih mendalam kepada mahasiswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis dan reflektif serta komprehensif ketika dihadapkan pada satu masalah/kasus nyata dan kontekstual.

Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS UNP, Dr. Zulfadli, M. Hum dalam sambutannya mewakili Pimpinan Fakultas menyatakan bahwa workshop ini diadakan sebagai bagian dari persiapan departemen menyambut semester Juli – Desember 2026 dan usaha untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih baik guna mendukung tercapainya tujuan global yaitu pendidikan berkualitas (Quality Education).

Zulfadli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen departemen Bahasa dan sastra Indonesia yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias termasuk para Guru Besar yang turut menginspirasi dosen-dosen muda. Prof. Dr. Agustina, M. Hum, peserta workshop menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini menjadi ruang diskusi reflektif dan produktif untuk perbaikan kualitas pembelajaran karena tercipta saling belajar sesama team teaching dan juga dosen lain secara keseluruhan. Apalagi dengan diluncurkannya pembelajaran transformatif yang menantang dosen untuk mampu menghadirkan suatu masalah atau kasus guna “mengguncang” asumi lama mahasiswa.

Sehubungan dengan tugasnya sebagai Kepala Sub Direktorat Inovasi Pembelajaran, PJJ dan RPL, Dr. Nofrion, M. Pd menambahkan bahwa workshop dan sosialisasi tentang pendekatan OBE dan Pembelajaran Transformatif secara masif telah dilakukan hampir pada semua fakultas di UNP. Tidak sebatas di Tingkat fakultas, banyak departemen dan program studi menindaklanjutinya dengan melaksanakan workshop di Tingkat program studi atau departemen masing-masing.

Sebelum kegiatan bersama Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, agenda yang sama juga telah dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi. Menyusul kegiatan serupa di Fakultas MIPA UNP pada tanggal 19 Agustus 2026.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4: Quality Education (Pendidikan Bermutu).